Tulis hipotesis dan satu prototype yang aman untuk diuji.

Roadmap Innovative Thinking

  1. Delineasi masalah kompleks: definisikan batas, dampak, pihak terdampak, dan alasan solusi lama tidak memadai.
  2. Riset penjelajah: kumpulkan data dari perspektif pengguna, proses, aplikasi, infrastruktur, risiko, keamanan, biaya, regulasi, dan best practice.
  3. Konseptualisasi solusi kreatif: bangun beberapa konsep dan pilih minimum viable prototype.
  4. Validasi eksperimental: tetapkan hipotesis, baseline, target, owner, risiko, kontrol, dan rollback.
  5. Implementasi dan pengukuran dampak: scale-up setelah manfaat terbukti dan pantau dampak jangka panjang.

Studi Kasus Konseptual PuTI

Masalah: data Service Desk, monitoring infrastruktur, CMDB, risiko, dan Enterprise Architecture belum selalu terhubung untuk menghasilkan insight keputusan real-time.

Ide inovasi: decision intelligence dashboard yang menghubungkan sinyal layanan, kapasitas, konfigurasi, risiko, dan perubahan.

Prototype awal: integrasikan data terbatas dari satu layanan kritikal selama tujuh hari.

Metrik: waktu deteksi, waktu analisis, insiden berulang, akurasi prioritas, waktu penyusunan laporan, dan keputusan perbaikan yang dihasilkan.

Responsible AI Checkpoints

  • Gunakan hanya data yang diizinkan.
  • Hilangkan kredensial dan data pribadi.
  • Verifikasi output AI dengan sumber dan ahli.
  • Dokumentasikan prompt, asumsi, perubahan, dan keputusan.
  • Siapkan human approval, audit trail, serta rollback.

Referensi tambahan:

https://hilfan.staff.telkomuniversity.ac.id/navigasi-kognitif-di-era-kecerdasan-buatan-mengapa-satu-cara-berpikir-tidak-lagi-cukup-untuk-menjawab-tantangan-masa-depan/

Exercise Files
Innovative Thinking (pdf)
1.50 MB