Explore Teknologi Network Access Control Pengertian, Fungsi, Manfaat, dan Jenis-Jenisnya sebagai teknologi keamanan jaringan komputer
Apa itu NAC atau Network Access Control
Network troubleshooting adalah proses mengidentifikasi, mendiagnosis, dan memperbaiki masalah yang terjadi dalam jaringan komputer. Tujuan utama dari network troubleshooting adalah untuk mengembalikan kinerja jaringan yang normal dan memastikan konektivitas yang stabil antara perangkat dan sistem di dalam jaringan.
Network troubleshooting adalah proses mengidentifikasi, mendiagnosis, dan memperbaiki masalah yang terjadi dalam jaringan komputer. Tujuan utama dari network troubleshooting adalah untuk mengembalikan kinerja jaringan yang normal dan memastikan konektivitas yang stabil antara perangkat dan sistem di dalam jaringan. Dalam implementasinya Network troubleshooting fokus pada pemecahan masalah dan optimalisasi kinerja suatu jaringan komputer, sementara tugas untuk mengelola, mengontrol serta memberi akses lapisan keamanan menjadi tugas dari Network Access Control (NAC). Network Access Control (NAC) adalah teknologi kontrol keamanan akses jaringan dengan menerapkan kebijakan pada perangkat-perangkat yang mengakses jaringan. Network Access Control bekerja pada lapisan keamanannya. Baik Network troubleshooting dan Network Access Control (NAC) keduanya saling bekerja sama untuk mendukung terciptanya jaringan yang berjalan dengan baik dan aman.

Fungsi Network Access Control
Berikut merupakan fungsi utama dari Network Access Control adalah sebagai berikut:
Identifikasi dan Autentikasi
NAC memastikan bahwa pengguna atau perangkat yang ingin mengakses jaringan telah diidentifikasi dengan benar dan memiliki kredensial autentikasi yang valid. Ini melibatkan proses login dan otentikasi pengguna dengan menggunakan metode seperti username dan password, sertifikat digital, atau mekanisme autentikasi lainnya.
Keamanan Perangkat
NAC memeriksa kepatuhan perangkat terhadap kebijakan keamanan yang ditetapkan sebelum memberikan akses ke jaringan. Hal ini mencakup memverifikasi apakah perangkat memiliki pembaruan keamanan terbaru, software antivirus yang aktif, firewall yang diaktifkan, atau kepatuhan lainnya sesuai kebijakan yang ditentukan.
Pengendalian Akses
NAC memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur dan mengontrol tingkat akses yang diberikan kepada perangkat dan pengguna. Ini mencakup pembatasan akses berdasarkan waktu, lokasi, jenis perangkat, atau peran pengguna dalam organisasi.
Pengawasan Jaringan
NAC dapat memberikan visibilitas dan pemantauan terhadap perangkat yang terhubung ke jaringan. Hal ini memungkinkan administrator jaringan untuk mengidentifikasi perangkat yang tidak sah atau berpotensi membahayakan, serta memonitor aktivitas jaringan yang mencurigakan.
Manfaat dari implementasi Network Access Control meliputi peningkatan keamanan jaringan dengan mengontrol akses yang masuk ke dalam jaringan, peningkatan kepatuhan terhadap kebijakan keamanan, dan peningkatan efisiensi administrasi jaringan dengan pengaturan otomatisasi dan pemantauan yang lebih baik.
Kelebihan dan Kekurangan Network Access Control
Dalam melakukan pekerjaan dalam mengamankan jaringan komputer, Network Access Control memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan antara lain :
Kelebihan
Peningkatan Keamanan
Salah satu kelebihan utama NAC adalah meningkatkan keamanan jaringan secara keseluruhan. Dengan memeriksa dan memvalidasi identitas perangkat dan pengguna sebelum memberikan akses, NAC dapat mencegah perangkat yang tidak sah atau berbahaya untuk terhubung ke jaringan. Ini membantu mengurangi risiko serangan dari luar dan melindungi sumber daya jaringan yang sensitif.
Kepatuhan Kebijakan Keamanan
NAC memungkinkan organisasi untuk menetapkan dan menegakkan kebijakan keamanan yang konsisten di seluruh jaringan. Dengan memverifikasi kepatuhan perangkat terhadap kebijakan yang ditetapkan, NAC memastikan bahwa semua perangkat yang terhubung memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan. Ini membantu organisasi menjaga kepatuhan terhadap peraturan dan standar keamanan yang berlaku.
Pengendalian Akses yang Lebih Baik
NAC memberikan pengendalian akses yang lebih granular dan lebih efektif. Administrator jaringan dapat menentukan dan mengelola tingkat akses yang diberikan kepada pengguna dan perangkat berdasarkan faktor-faktor seperti peran pengguna, lokasi, waktu, dan kepatuhan perangkat. Hal ini memungkinkan pengaturan kebijakan akses yang lebih tepat, sehingga meminimalkan risiko akses yang tidak sah atau tidak terotorisasi.
Kekurangan
Kompleksitas Implementasi
Implementasi NAC dapat menjadi proses yang kompleks dan memerlukan perencanaan yang matang. Konfigurasi dan penerapan NAC bisa rumit, terutama di lingkungan jaringan yang sudah ada. Dibutuhkan pemahaman yang mendalam tentang infrastruktur jaringan dan kebijakan keamanan yang tepat untuk mengoptimalkan implementasi NAC.
Biaya
Implementasi NAC dapat melibatkan biaya yang signifikan. Ini meliputi biaya perangkat keras dan perangkat lunak NAC, pelatihan staf, dan biaya pemeliharaan. Juga, NAC memerlukan perangkat jaringan yang mendukung protokol NAC, yang mungkin memerlukan upgrade atau penggantian perangkat yang sudah ada.
Pengaruh terhadap Kinerja Jaringan
Penggunaan NAC dapat mempengaruhi kinerja jaringan. Pemeriksaan dan verifikasi identitas perangkat dan pengguna dapat memperkenalkan latensi ke dalam proses autentikasi, terutama di jaringan yang sibuk. Penggunaan NAC yang tidak tepat atau konfigurasi yang tidak efisien juga dapat mempengaruhi throughput dan responsivitas jaringan.
Jenis Jenis Network Access Control
Ada beberapa jenis Network Access Control (NAC) yang umum digunakan. Berikut adalah beberapa jenis NAC yang populer:
Endpoint-Based NAC
NAC berbasis endpoint melibatkan penerapan perangkat lunak klien pada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan. Perangkat lunak ini bertanggung jawab untuk mengamankan perangkat dan memverifikasi kepatuhan terhadap kebijakan jaringan sebelum memberikan akses.
Network-Based NAC
NAC berbasis jaringan mengandalkan perangkat keras atau perangkat lunak yang ditempatkan di jaringan untuk mengontrol akses. Ini bisa berupa switch, router, atau firewall yang memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan identitas perangkat dan mengatur kebijakan akses.
Identity-Based NAC
NAC berbasis identitas memfokuskan pada verifikasi dan otentikasi pengguna sebelum memberikan akses ke jaringan. Hal ini melibatkan penggunaan protokol seperti RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) atau TACACS+ (Terminal Access Controller Access-Control System Plus) untuk mengautentikasi pengguna sebelum memberikan akses.
Role-Based NAC
NAC berbasis peran mengatur akses berdasarkan peran atau kategori pengguna. Setiap pengguna diberikan peran tertentu yang menentukan tingkat akses yang mereka miliki ke sumber daya jaringan. Ini membantu dalam mengelola kebijakan akses dengan lebih efisien.
Guest Access NAC
NAC akses tamu dirancang untuk mengelola akses pengguna tamu yang terhubung ke jaringan. Ini memungkinkan organisasi untuk memberikan akses terbatas kepada pengunjung atau pengguna sementara tanpa mengorbankan keamanan jaringan yang umumnya diberlakukan pada pengguna internal.
Wireless NAC
NAC nirkabel digunakan untuk mengamankan akses jaringan nirkabel. Ini melibatkan autentikasi perangkat nirkabel dan pemeriksaan kepatuhan sebelum memberikan akses ke jaringan.
Cloud-Based NAC
NAC berbasis cloud melibatkan penggunaan layanan cloud untuk mengelola dan mengontrol akses jaringan. Ini memungkinkan penggunaan NAC tanpa kebutuhan perangkat keras atau perangkat lunak lokal, dan memberikan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih besar.
Setiap jenis NAC memiliki kelebihan dan batasan yang harus dipertimbangkan tergantung pada kebutuhan dan lingkungan jaringan yang spesifik.
Sumber
https://www.cisco.com/c/en/us/products/security/what-is-network-access-control-nac.html
Penulis : Hassan Rizky Putra S | Editor : Meilina Eka Ayuningtyas








