One On One dengan legal.telkomuniversity.ac.id – Tampilan Responsive Gutenberg

Membuat website yang tampilannya oke di laptop sekaligus rapi saat dibuka di HP memang punya tantangan tersendiri. Belum lagi urusan indeks Google; kadang konten sudah banyak, tapi saat dicari di Google malah tidak muncul.

Dalam sesi diskusi bareng Pak Aryadi Saputra, Mujaddid Halimurrosyid, dan Dhea Ardina, ada beberapa poin penting yang bisa kita terapkan untuk mengoptimalkan website, terutama yang berbasis WordPress.

1. Mengatasi Tampilan Mobile yang Berantakan

Banyak yang mengira tampilan mobile akan otomatis rapi mengikuti desktop. Padahal, terkadang kita perlu melakukan sedikit “trik” manual agar hasilnya maksimal:

  • Mainkan Fitur Hide/Show: Kalau sebuah section terlihat bagus di desktop tapi berantakan di HP, buat saja dua versi. Satu section khusus desktop, dan satu lagi khusus mobile. Gunakan pengaturan Display Mode untuk menyembunyikan desain yang tidak sesuai pada perangkat tertentu.
  • Gunakan Gambar Desain Sendiri: Jika teks atau slider bawaan sulit diatur ukurannya di layar kecil, solusinya bisa dengan menggunakan gambar statis yang sudah didesain rapi khusus untuk tampilan mobile.
  • Cek Banner Video: Video di bagian paling atas website sering kali tidak responsif. Cobalah gunakan widget kolom manual agar posisi teks dan tombol di atas video tidak saling bertumpuk saat dibuka lewat ponsel.

2. Biar Website Cepat Terdeteksi Google

Kalau website Anda belum muncul di hasil pencarian, besar kemungkinan Google belum melakukan indeks secara menyeluruh. Ini langkah praktisnya:

  • Hijaukan Meta Title & Deskripsi: Saat mengedit halaman, pastikan kolom SEO (seperti di plugin SmartCrow) sudah berwarna hijau. Jangan terlalu panjang agar tidak terpotong, dan jangan terlalu pendek agar informasinya jelas.
  • Daftarkan ke Google Search Console: Ini wajib. Hubungkan website Anda dengan Google Search Console. Setelah terhubung, masukkan link Sitemap (peta situs) agar Google tahu halaman mana saja yang perlu mereka baca.
  • Request Indexing Manual: Baru saja posting artikel atau update halaman penting? Jangan tunggu Google datang sendiri. Masukkan URL-nya ke kolom inspeksi di Search Console, lalu klik Request Indexing supaya kontennya cepat tayang.

3. Jaga “Kesehatan” Website

Website yang lambat atau banyak error-nya biasanya sulit naik peringkat di Google.

  • Hapus Link yang Sudah Mati: Kalau ada halaman lama yang sudah dihapus tapi masih muncul di Google (saat diklik muncul Error 404), gunakan fitur Removals di Search Console untuk menghilangkannya.
  • Rutin Scan Malware: Setidaknya sebulan sekali, sempatkan untuk melakukan scanning keamanan. Website yang terkena serangan seperti injeksi iklan judi bisa merusak reputasi website di mata Google.
  • Update Plugin: Jangan biarkan plugin menumpuk tanpa di-update. Plugin versi lama sering kali punya celah keamanan dan bikin website jadi berat.

Kesimpulan

Website yang bagus itu bukan cuma soal tampilan di layar besar saja, tapi juga kenyamanan saat diakses lewat HP dan kemudahannya ditemukan di Google. Dengan rutin cek Google Search Console dan merapikan tampilan mobile secara manual, performa website pasti akan jauh lebih optimal.

Mujaddid Halimurrosyid
Mujaddid Halimurrosyid

Sejak tahun 2018, saya telah berfokus pada pengembangan WordPress dan membantu berbagai organisasi membangun website yang profesional, cepat, dan mudah dikelola. Saya berpengalaman dalam membuat serta memberikan dukungan untuk tema dan plugin kustom, mengembangkan fitur sesuai kebutuhan, hingga melakukan integrasi sistem agar website bekerja lebih optimal. Dengan pendekatan yang detail dan solutif, saya berkomitmen menghadirkan solusi WordPress yang stabil, efisien, dan siap berkembang bersama bisnis klien.

Articles: 14

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *