Mana lebih unggul dan tepat untuk web Anda, Apache vs Nginx. Temukan kelebihan dan kekurangan kedua server tersebut di sini
Apache vs Nginx, adalah dua jenis server yang cukup populer di gunakan. Dari kedua jenis server tersebut, manakah yang tepat untuk Anda gunakan?
Apache adalah web server open-source yang paling banyak digunakan dan menjadi standar industri untuk melayani halaman web.
Nginx adalah web server yang berfungsi menangani lalu lintas dengan kapasitas besar dan memberikan kinerja yang sangat baik, terutama bila dikondisi banyak pengguna yang mengakses website secara bersamaan.
Server merupakan bagian penting yang berperan dalam menentukan performa dari sebuah website. Ini akan sangat mempengaruhi bagaimana users experience dari website tersebut nantinya.
Tentu saja ada banyak pilihan server yang bisa Anda gunakan untuk mendukung kinerja website. Apache dan Nginx adalah dua server yang cukup populer dan paling banyak digunakan.
Tetapi dari keduanya, Apache vs Nginx. Manakah yang lebih unggul? Atau setidaknya lebih tepat untuk Anda gunakan untuk kebutuhan Anda?
Apache vs Nginx, Mana Yang Lebih Unggul?
Kita akan coba membahas kedua jenis server ini dan melihat bagaimana keduanya bekerja. Serta memahami apa keunggulan dari keduanya.
Pertama yang akan kita coba kuak lebih jauh adalah Apache. Apache sudah digunakan sejak tahun 1995 hingga acapkali dianggap web server veteran.
Server Apache bekerja secara open source. Sehingga server ini bisa Anda gunakan secara lebih fleksibel dan adaptable.
Anda dapat dengan leluasa meneliti, meningkatkan, dan mengadaptasi source code sesuai kebutuhan web. Dalam hal stabilitas dan keamanan, Apache cukup dianggap unggul.
Apache dapat bekerja mengelola modul multi-process untuk mempertahankan koneksi yang sama namun dengan cara yang berbeda. Hal tersebut sangat menguntungkan karena administrator dapat mengaplikasikan kriteria untuk tiap koneksi.
Hanya saja, server ini bekerja dengan progress yang berat, sehingga akan membutuhkan resource yang lebih banyak.
Sedangkan Nginx adalah server yang terbilang lebih baru dengan sistem kerja yang lebih ringan dan cepat. Sistem kerjanya juga lebih mudah dikustomisasi karena juga bersifat open source.
Dirilis sejak tahun 2022 sebagai jawaban akan kebutuhan server yang efektif bekerja dengan cepat dan praktis.
Alasan kerja cepatnya adalah penggunaan arsitektur sub-process asinkron. Sistem ini akan membantu menghindari penyempitan performa dan meningkatkan respons keseluruhan aplikasi.
Bila Anda kemudian mencoba membandingkan Apache vs Nginx, maka Anda perlu melihat terlebih dulu kebutuhan web Anda. Web server seperti apa yang sekiranya sesuai dengan web yang Anda kembangkan.
Bisa jadi Anda butuh server yang bekerja cepat, tidak makan memori, ringan dan tidak memakan banyak RAM. Maka Nginx adalah pilihan tepat untuk Anda.
Bila yang Anda cari adalah server membutuhkan dokumentasi kompleks dan sejumlah fleksibilitas dalam pengembangan, maka Anda perlu sistem open source handal sekelas Apache.
Kesimpulannya Apache dan Nginx berbeda secara pengelolaan sumber daya dan kinerja dimana Apache cenderung lebih cocok untuk lingkungan yang membutuhkan fitur yang kompleks dan modularitas yang tinggi, sementara Nginx lebih baik dalam menangani lalu lintas yang besar dan menawarkan kinerja tinggi dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit.