Berikut panduan lengkap dan praktis untuk export dan import data di WordPress, termasuk cara menggunakannya untuk backup dan restore website. Panduan ini bisa kamu ikuti tanpa memerlukan akses teknis yang rumit, cukup dengan login ke dashboard WordPress.
Persiapan Sebelum Export dan Import
Sebelum memulai proses, pastikan:
- Kamu login sebagai Administrator di dashboard WordPress.
- Website dalam keadaan stabil dan tidak sedang diupdate.
- Kapasitas hosting masih mencukupi untuk menampung file backup.
Cara Login Blog Student Telkom University
Sebelum melakukan proses export atau import untuk kepentingan backup, Anda dapat login ke blog student Telkom University
- Buka halaman https://student.telkomuniversity.ac.id/
- Pilih Login

- Login dengan akun SSO Telkom University Anda

- Untuk mengakses dashboard blog student, silakan klik ‘Dashboard‘ pada sites blog student Anda.

Cara Export Data di WordPress
Fitur Export pada wordpress digunakan untuk menyalin data dari website lama (misalnya pages, halaman, post, artikel, kategori, komentar, dll) ke file XML.
Langkah-langkah:
- Masuk ke Dashboard WordPress.
- Pilih menu Tools (Peralatan) → Export (Ekspor).
- Pilih salah satu opsi:
- All Content (Semua Konten) → untuk mengekspor semua data di website wordpress (direkomendasikan untuk backup penuh konten).
- Posts (Artikel) → hanya mengekspor posti/artikel.
- Pages (Halaman) → hanya mengekspor halaman/pages/menu.
- Media → hanya mengekspor file gambar dan dokumen.
- Klik tombol Download Export File (Unduh File Ekspor).
- File dengan format
.xmlakan otomatis terunduh ke perangkatmu (misalnya:website-wordpress.xml).
Catatan:
File XML ini tidak mencakup plugin, tema, atau pengaturan, hanya isi konten. Untuk backup penuh (termasuk file dan database), lanjut ke bagian Backup Website di bawah.
Cara Import Data ke WordPress
Fitur Import pada wordpress digunakan untuk memulihkan atau memindahkan data dari file XML ke website baru.
Langkah-langkah:
- Masuk ke Dashboard WordPress website tujuan.
- Buka menu Tools (Peralatan) → Import (Impor).
- Pilih WordPress dari daftar.
- Jika belum diinstal, klik Install Now (Pasang Sekarang) pada WordPress Importer Plugin.
- Setelah selesai, klik Import.
- Klik Choose File (Pilih File) dan unggah file
.xmlyang sudah diekspor sebelumnya. - Klik Upload file and import (Unggah dan impor).
- Pada halaman berikutnya:
- Pilih dan tentukan penulis (author) untuk konten yang diimpor (pilih user lama atau buat baru).
- Centang Download and import file attachments jika ingin menyertakan gambar/media.
- Klik Submit (Kirim) dan tunggu proses selesai.
Setelah berhasil, seluruh konten akan muncul di website tujuan dengan struktur yang sama seperti sebelumnya. Berikut Cara Export dan Import data di WordPres untuk keperluan backup. Semoga bermanfaat








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)