Mengingat metode pengecekan revisi atau approval sangat bergantung pada sistem yang kita gunakan, berikut adalah langkah-langkah untuk melihat status artikel yang sudah disubmit For Review.
Cara melihat apakah artikel ada revisi atau tidak
Nah bagi teman-teman nanti pastikan untuk selalu mengecek bagian komentar karna isi dari note revisi atau poin poin apa saja yang perlu di perbaiki, seperti gambar di bawah ini.

Cara mengedit artikel yang belum memenuhi standar
Untuk mengedit atau memperbaiki artikel yang mendapatkan revisian.

Pertama cek apakah terdapat revisi pada artikel yang telah di buat, buka artikel di menu post/all post, buka artikel yang telah kita submit untuk review kemudian cek isi feedback atau revisi perbaikan, kemudian edit kembali artikel yang belum memenuhi standar di bawah SEO meta (+) akan ada tombol edit jika artikel belum di approve oleh administrator.
setelah dirasa sudah di perbaiki kemudian di submit kembali artikenya. tunggu sekitar 1-2 hari apakah artikle masih ada revisi atau sudah di approve, jika artikel telah di aprrove oleh administrator makan artikel otomatis akan terpublish, untuk artikel yang sudah terpublish tidak akan bisa di edit lagi dan hanya ada tombol view.
Cara memperbaiki revisi dan mengirim kembali untuk di review

Saat mengedit revisi pastikan untuk scroll ke bagian bawah, setelah di rasa sudah memperbaiki artikelnya maka kalian harus mengeckils bagian nomer 2 pada contoh gambar di bawah ini, ceklis nama admin administraitor seperti mba meilinaeka@telkomuniversity.ac.id dan ekobahrana@telkomuniversity.ac.id untuk merevie ulang artikel yang sudah kalian perbaiki jng lupa untuk menekan tombol ask to review. untuk feedback harus di isi jika sudah melakukan revisi, kemudian tekan tombol feedback. yang terakhir tekan tombol submit for review.
Jadi itulah cara untuk melihat apakah ada review pada artikel, kemudian cara untuk memperbaiki artikel dan mengirim aritikel untuk di review kembali oleh aministrator, semoga panduan ini bermanfaat untuk lebih banyak akses panduan silahkan kunjungi https://it.telkomuniversity.ac.id








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)