Google Scholar digunakan oleh dosen maupun mahasiswa untuk mempublikasikan jurnal atau publikasi yang pernah dibuat. Akun Google Scholar juga menjadi indikator dalam penilaian Webometrics Telkom University sehingga wajib bagi dosen untuk memiliki akun Google Scholar. Untuk mempermudah akses Google Scholar, dosen maupun mahasiswa dapat membuat akun dengan username SSO yang dimiliki di Telkom University.
Pada panduan kali ini akan membahas bagaimana cara membuat akun Google Scholar dengan menggunakan SSO yang kita miliki.
- Akses Google Scholar melalui tautan berikut https://scholar.google.co.id/
- Pada bagian pojok kanan atas ada tombol Sign in, maka klik tombol tersebut

- Maka anda akan diarahkan ke halaman SSO Telkom University, lakukan login dengan memasukkan username dan password

- Jika ketika melakukan login terdapat masalah seperti notifikasi “incorrcet username/password” namun password dirasa sudah benar, maka anda perlu melakukan reset password di iGracias

- Pada proses login akan ada verifikasi, maka anda bisa klik continue. Jika anda pertama kali mengakses akun google anda, maka akan ada notifikasi aktivasi 2FA. Anda bisa melanjutkan proses aktivasi tersebut hingga selesai dan berhasil login ke akun anda.

- Jika sudah berhasil login, maka anda akan diarahkan secara otomatis ke halaman Google Scholar dan login otomatis di Google Scholar tersebut.

Itulah cara membuat akun Google Scholar dengan menggunakan username SSO Telkom University. Untuk selanjutnya diharapkan agar selalu mengontrol akun Google Scholar masing masing sehingga dapat membantu dalam pemeringkatan Webometrics Telkom University
Baca juga Beberapa Problem Artikel Google Scholar beserta Solusi dan Standar Profile Google Scholar






![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)
