Ketahui bagaimana langkah-langkah cara membuat menu di wordpress untuk meningkatkan visibilitas website UKM Telkom University
WordPress memberikan fleksibilitas dalam mengatur navigasi situs web Anda melalui menu dan submenu. Dengan mengatur menu dan submenu, Anda dapat membantu pengunjung situs menemukan konten dengan mudah dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Artikel ini akan membahas cara membuat menu di WordPress dengan langkah-langkah yang mudah diikuti.
Langkah-Langkah Membuat Menu dan Sub-menu di WordPress
Klik Gambar atau Link berikut untuk untuk melihat Video Tutorial Cara Membuat Menu di WordPress

Login ke Dashboard WordPress
Langkah pertama adalah login ke dashboard WordPress Anda. Masukkan username dan password Anda untuk mengakses panel administrasi.
Akses Halaman Menu
Setelah login, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengakses halaman menu:
Klik ‘Appearance’
Di sisi kiri dashboard, arahkan kursor ke ‘Appearance’. Ini akan membuka submenu.
Klik ‘Menus’
Di submenu yang muncul, klik ‘Menus’. Anda akan diarahkan ke halaman pengaturan menu.
Membuat Menu Baru
Untuk membuat menu baru, ikuti langkah-langkah berikut:
Klik ‘Create a New Menu’
Di halaman ‘Menus’, klik tombol ‘Create a New Menu’. Ini akan membuka formulir untuk membuat menu baru. Namun bila sudah memiliki template pilih Primary Menu > Select
Menambahkan Item ke Menu
Menambahkan Halaman ke Menu
Untuk menambahkan halaman ke menu, ikuti langkah-langkah berikut:
Pilih Halaman
Di sisi kiri halaman ‘Menus’, Anda akan melihat kotak ‘Pages’. Centang kotak di samping halaman yang ingin Anda tambahkan ke menu.
Klik ‘Add to Menu’
Setelah memilih halaman, klik tombol ‘Add to Menu’. Halaman yang dipilih akan muncul di struktur menu di sebelah kanan.
Menambahkan Kategori ke Menu
Untuk menambahkan kategori ke menu, ikuti langkah-langkah berikut:
Pilih Kategori
Di sisi kiri halaman ‘Menus’, Anda akan melihat kotak ‘Categories’. Centang kotak di samping kategori yang ingin Anda tambahkan ke menu.
Klik ‘Add to Menu’
Setelah memilih kategori, klik tombol ‘Add to Menu’. Kategori yang dipilih akan muncul di struktur menu di sebelah kanan.
Menambahkan Custom Links ke Menu
Untuk menambahkan tautan khusus ke menu, ikuti langkah-langkah berikut:
Masukkan URL dan Teks Link
Di sisi kiri halaman ‘Menus’, Anda akan melihat kotak ‘Custom Links’. Masukkan URL dan teks link yang ingin Anda tambahkan ke menu.
Klik ‘Add to Menu’
Setelah memasukkan URL dan teks link, klik tombol ‘Add to Menu’. Tautan khusus yang dipilih akan muncul di struktur menu di sebelah kanan.
Membuat Submenu di WordPress
Menyusun Menu dan Submenu
Untuk membuat submenu, Anda perlu menyusun item menu dalam struktur hierarki. Ikuti langkah-langkah berikut:
Drag and Drop Item Menu
Di struktur menu di sebelah kanan, klik dan tahan item menu yang ingin Anda jadikan submenu, lalu seret ke bawah item menu induk. Geser sedikit ke kanan hingga item tersebut menjorok ke dalam.
Lepaskan Mouse
Setelah item berada di posisi yang benar, lepaskan mouse. Item tersebut sekarang menjadi submenu dari item menu induk.
Menyimpan Menu
Setelah Anda selesai menambahkan dan menyusun item menu, pastikan untuk menyimpan menu Anda:
Klik ‘Save Menu’
Di bagian bawah halaman ‘Menus’, klik tombol ‘Save Menu’ untuk menyimpan perubahan Anda.
Menampilkan Menu di Situs Anda
Menetapkan Lokasi Menu
Setelah membuat menu, Anda perlu menetapkan lokasi menu di situs Anda. Ikuti langkah-langkah berikut:
Pilih Lokasi Menu
Di bagian ‘Menu Settings’ di bawah struktur menu, centang kotak di samping lokasi menu yang sesuai (misalnya, ‘Primary Menu’).
Klik ‘Save Menu’
Klik tombol ‘Save Menu’ untuk menetapkan lokasi menu.
Kesimpulan
Membuat menu dan submenu di WordPress adalah langkah penting dalam mengatur navigasi situs Anda. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat dengan mudah membuat dan mengelola menu yang membantu pengunjung menemukan konten dengan lebih efisien. Sesuaikan menu Anda sesuai kebutuhan situs Anda dan pastikan untuk selalu menyimpan perubahan yang Anda buat.








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)