Pernahkah website WordPress Anda mengalami error yang tidak kunjung selesai? Atau mungkin Anda mengalami kendala saat mencoba melakukan update versi WordPress secara otomatis dari dashboard, namun prosesnya selalu gagal?
Ketika Anda sudah mencoba berbagai cara, seperti menonaktifkan semua plugin dan mengganti tema ke default, namun masalah tetap ada, kemungkinan besar biang keladinya ada di file inti (core) WordPress itu sendiri.
Jangan khawatir, Anda tidak perlu membuat ulang website dari nol. Salah satu solusi paling efektif adalah dengan mengganti file core WordPress Anda secara manual. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah, berdasarkan tutorial teknis yang ada, tentang cara mengganti file core WordPress langsung dari panel hosting Anda.
Kapan Anda Perlu Mengganti File Core WordPress?
Metode ini sangat disarankan untuk dua skenario utama:
- Website Mengalami Kendala Serius: Situs Anda mengalami error kritis, white screen of death, atau masalah fungsionalitas yang tidak dapat diperbaiki hanya dengan menonaktifkan plugin atau tema. Ini menandakan ada file inti yang mungkin rusak (corrupt).
- Gagal Update WordPress Otomatis: Anda mencoba memperbarui versi WordPress melalui dashboard, namun prosesnya selalu gagal di tengah jalan. Mengganti file secara manual adalah cara paksa untuk melakukan update.
Persiapan Penting Sebelum Memulai
Sebelum Anda menyentuh file manager, ada dua hal yang wajib Anda siapkan:
- File WordPress Terbaru: Unduh versi WordPress terbaru (dalam format
.zip) langsung dari situs resminya diwordpress.org/download. Pastikan Anda mengunduh dari sumber tepercaya ini. - (Sangat Disarankan) Lakukan Backup: Meskipun metode ini aman jika diikuti dengan benar, selalu ada risiko. Lakukan full backup website Anda (file dan database) melalui panel hosting Anda sebelum memulai.
Panduan Langkah-demi-Langkah Mengganti File Core WordPress
Tutorial ini menggunakan CyberPanel, namun konsep dan langkah-langkahnya 100% identik jika Anda menggunakan cPanel, hPanel, Plesk, atau panel hosting lainnya. Kuncinya adalah mengakses File Manager.
Langkah 1: Akses File Manager dan Buka public_html
Login ke panel hosting Anda dan buka aplikasi File Manager. Navigasikan ke direktori utama website Anda, yang biasanya adalah public_html (atau www, atau folder dengan nama domain Anda).
Langkah 2: Identifikasi File yang HARUS Dipertahankan
Di dalam public_html, Anda akan melihat banyak file dan folder WordPress. Misi kita adalah menghapus semua file core lama, KECUALI tiga item vital berikut:
- Folder
wp-content: Ini adalah “jantung” website Anda. Isinya adalah semua tema, plugin, dan file media (gambar, video) yang telah Anda unggah. JANGAN HAPUS FOLDER INI. - File
wp-config.php: File ini berisi konfigurasi koneksi website Anda ke database. Jika Anda menghapusnya, website Anda akan putus dari datanya. JANGAN HAPUS FILE INI. - File
.htaccess: File ini mengatur konfigurasi server dan struktur permalink Anda. Sebaiknya file ini dipertahankan. (Meskipun jika terhapus, WordPress biasanya bisa membuatnya kembali).
Langkah 3: Hapus File Core WordPress Lama
Sekarang, pilih semua file dan folder di public_html, KECUALI tiga item yang disebut di Langkah 2 (wp-content, wp-config.php, dan .htaccess).
Hapus semua file dan folder yang telah Anda pilih. Ini termasuk:
wp-admin(folder)wp-includes(folder)- Semua file
wp-*.php(sepertiwp-login.php,wp-cron.php, dll, kecualiwp-config.php) - File
index.php,license.txt, danreadme.html
Setelah dihapus, public_html Anda hanya akan berisi wp-content, wp-config.php, dan .htaccess.
Langkah 4: Upload dan Ekstrak File WordPress Baru
Masih di dalam public_html, gunakan fitur Upload di File Manager Anda. Unggah file .zip WordPress terbaru yang sudah Anda download dari wordpress.org.
Setelah proses upload selesai, klik kanan pada file .zip tersebut dan pilih Extract (Ekstrak). Ini akan membuat folder baru bernama wordpress.
Langkah 5: Pindahkan File Baru ke Direktori Utama
Ini adalah langkah paling penting:
- Buka folder
wordpressyang baru saja Anda ekstrak. - Di dalam folder ini, Anda akan melihat struktur file WordPress yang masih baru, termasuk folder
wp-contentbaru. - HAPUS folder
wp-contentyang ada di dalam folderwordpressini. Mengapa? Agar tidak menimpa folderwp-contentasli Anda yang berisi tema dan plugin. - Setelah
wp-contentterhapus, pilih semua file dan folder yang tersisa di dalam folderwordpress. - Gunakan fitur Move (Pindahkan) untuk memindahkan semua file dan folder tersebut ke direktori
public_html.
Langkah 6: Verifikasi Hasil
Selesai! Sekarang, coba akses kembali website Anda. Refresh halaman. Website Anda seharusnya sudah bisa diakses kembali, berjalan dengan file core WordPress yang baru, bersih, dan (jika tujuannya update) sudah dalam versi terbaru.
Kesimpulan
Mengganti file core WordPress secara manual terdengar menakutkan, namun sebenarnya adalah proses yang sangat logis. Dengan mengikuti panduan ini secara hati-hati—terutama dengan mengamankan wp-content dan wp-config.php—Anda dapat secara efektif memperbaiki berbagai error kritis atau menyelesaikan proses update yang gagal. Ini adalah salah satu skill troubleshooting WordPress yang paling ampuh untuk dimiliki.








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)