universityuniversity
Langkah 1: Buat Akun Google Pastikan Anda memiliki akun Google (Gmail) sebelum memulai. Jika belum memiliki, buat akun baru di https://accounts.google.com/signup.
Langkah 2: Buka Blogger Kunjungi https://www.blogger.com dan masuk menggunakan akun Google Anda yang sudah ada.
Langkah 3: Buat Blog Baru Setelah masuk, Anda akan diarahkan ke dashboard Blogger. Klik tombol “Buat Blog Baru” atau “New Blog” (jika Anda menggunakan antarmuka bahasa Inggris) di pojok kiri atas.
Langkah 4: Atur Blog Pada langkah ini, Anda akan diminta untuk melakukan beberapa pengaturan dasar untuk blog Anda:
- Judul Blog: Berikan judul untuk blog Anda.
- Alamat Blog: Pilih URL unik untuk blog Anda. URL ini akan menjadi alamat blog Anda di web (misalnya: nama-blog-anda.blogspot.com). Pastikan URL ini relevan dengan topik atau nama blog Anda.
- Template: Pilih template atau tema yang diinginkan untuk tampilan blog Anda. Anda dapat mengedit atau mengganti template ini nanti.
Langkah 5: Posting Pertama Setelah selesai mengatur blog, Anda akan diarahkan ke tampilan Dashboard blog Anda. Untuk membuat posting pertama, klik “Posting Baru” atau “New Post”. Di sini Anda bisa menulis dan mengedit konten posting blog Anda. Juga, Anda dapat menambahkan gambar, video, tautan, dan lainnya untuk membuat posting blog lebih menarik.
Langkah 6: Pengaturan Lanjutan Anda dapat mengakses pengaturan lanjutan dengan mengeklik “Pengaturan” atau “Settings” di menu samping. Di sini Anda dapat mengedit berbagai aspek blog seperti tata letak, iklan, komentar, dan pengaturan lainnya.
Langkah 7: Publikasikan Posting Blog Setelah menulis posting blog, Anda dapat menyimpannya sebagai draf atau langsung mempublikasikannya. Untuk mempublikasikan, klik “Terbitkan” atau “Publish” pada editor posting.
Selamat! Blog Anda sekarang telah dibuat dan posting pertama Anda sudah online.
Pastikan untuk terus mengembangkan blog Anda dengan menulis konten berkualitas secara konsisten, berinteraksi dengan pembaca melalui komentar, dan mempromosikan blog Anda melalui saluran media sosial dan jaringan lainnya. Semoga panduan ini membantu Anda memulai dengan Blogspot!
penulis .Nursalim








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)
Sangat bermanfaat
Sangat membantu
Terimakasih atas informasinya jadi lebih memahami dunia blog untuk menulis
Terimakasih tutorialnya sangat bermanfaat
Hai
Sangat Membantu Bosku, Kalau untuk anda warga bekasi yang membutuhkan jasa service ac bekasi bisa menggunakan jasa service ac bekasi kami.
Keren. Kira-kira spesifikasi desktop untuk menjalankan software web maker apa saja?