Mulai tanggal 14 April 2024, Telkom University secara resmi telah berlangganan Matlab Campus Wide License (CWL) yang diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika Telkom University. Informasi ini diumumkan melalui laman resmi MathWorks pada halaman Matlab Access for Telkom University.
Dengan lisensi ini, seluruh civitas dapat mengakses Matlab secara online maupun offline dari mana saja, serta menikmati fitur lengkap seperti installer MATLAB, berbagai toolbox, dan layanan pendukung lainnya.
Bagaiamana cara untuk mendapatkan layanan lisensi ini?
Berikut langkah – langkah yang dapat TelUtizen lakukan:
Akses laman Matlab
melalui link berikut https://matlab.mathworks.com/ lalu klik Sign in

Jika sudah muncul halaman login, pilih Create Account
Pergunakan Email Resmi TelU

Masukkan email dengan format UsernameSSO@student,telkomuniversity.ac.id untuk Mahasiswa , lalu UsernameSSO@telkomuniversity.ac.id untuk Dosen/TPA. Lalu klik Next

Masukkan password sesuai dengan password SSO atau iGracias. Lalu klik Next

Masukkan kode verifikasi yang dikirimkan ke email yang sudah didaftarkan tadi kemudian ceklis pada Online Service Agreement lalu klik Next


Kemudian isi form untuk pembuatan akun Mathwork sesuai dengan identitas masing masing
Mengisi Form MatLab

Jika proses pembuatan akun sudah selesai, anda akan langsung diarahkan ke halaman portal utama. Anda sudah bisa menikmati fasilitas lisensi Matlab yang tersedia.

Itulah panduan untuk mendapatkan lisensi CWL Matlab yang telah disediakan oleh Telkom University. Semoga lisensi ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang perkuliahan dan juga penelitain di Telkom University untuk menuju visi menjadi National Excellence Entrepreneurial University.
Link Account Individual
apabila ada yang pernah daftar email TelU ke matlab triall sebagai individual, maka account-nya harus di link-kan menjadi account universitas







![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)
