Menyinkronkan OneDrive dengan file drive PC di Windows
Dengan OneDrive, anda dapat menyinkronkan file antara komputer dengan cloud sehingga file dapat diakses dari mana saja, baik di komputer, perangkat seluler, bahkan melalui situs web OneDrive di OneDrive.com. Jika Anda menambahkan, mengubah, atau menghapus file atau folder OneDrive, file atau folder tersebut akan ditambahkan, diubah, atau dihapus di situs web OneDrive dan sebaliknya. Anda dapat mengerjakan file yang disinkronkan langsung di File Explorer dan mengaksesnya bahkan saat offline. Ketika Anda sedang online, setiap perubahan yang Anda atau orang lain buat akan disinkronkan secara otomatis.
- Menginstal dan menyiapkan One Drive
Jika menggunakan Windows 10, aplikasi OneDrive telah terinstal di komputer, sehingga Anda dapat langsung menuju ke langkah 2.
Jika tidak memiliki versi Windows 10 atau Office 2016, instal versi Windows dari aplikasi OneDrive Sync baru. Link download https://go.microsoft.com/fwlink/p/?linkid=844652 - Klik windows, cari “OneDrive” kemudian klik OneDrive tersebut

- Sign in dengan menggunakan akun 365 domain Telkom University yang Anda miliki

- Berikutnya menerima lokasi folder default untuk file OneDrive Anda, klik change location untuk mengubah lokasi penyimpanan pada computer anda, jika sudah untuk tahap selanjutnya maka klik Next saja



- Jika sudah muncul tampilan seperti berikut, maka klik later , jika ingin mendownload aplikasi android atau ios bisa klik Get the mobile app, dan open one drive untuk membuka folder one drive


- File OneDrive sudah siap dan akan muncul notifikasi seperti pada gambar di bawah, OneDrive akan muncul di File Explorer dalam folder OneDrive Telkom University


Memilih folder OneDrive yang disinkronkan ke komputer Anda
- Pilih pengaturan pada menu OneDrive

- Pilih menu Account pada tab menu, kemudian klik Choose folders

- Selanjutnya tandai ceklis untuk folder yang ingin di sinkronisasi

Jika sudah melakukan sinkronasi, anda dapat mengikuti langkah – langkah migrasi agar file yang yang tersimpan dapat diakses juga melalui OneDrive. Anda dapat mengikuti panduan https://it.telkomuniversity.ac.id/course/panduan-migrasi-file-dari-google-drive-ke-onedrive-via-online/
Semoga bermanfaat, terima kasih.







![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)