Salah satu kendala yang dihadapi oleh user Office 365 Telkom University adalah mereka secara tidak sadar memberikan hak akses managed by organization ketika melakukan login dengan akun Office ke laptop pribadi. Dan akhirnya akun tersebut menjadi akun local administrator di laptop pribadi dan terkadang user merasa terganggu dengan tersebut. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu melakukan pemutusan koneksi dari akun Office 365 tersebut dari Laptop anda. Bagaimana caranya agar ketika akun Office login di laptop tapi tidak membuat laptop di managed by organization? Yuk simak langkah – langkah berikut:
Langkah – langkah Disconnect akun Office 365
1) Klik menu windows, kemudian pilih profile dan klik Change Account Settings

2) Klik Account, kemudian scroll ke bawah pilih Access work or school

3) Klik work or school account, kemudian pilih disconnect

4) Pilih Yes untuk disconnect akun anda

5) Maka akun anda akan otomatis terdisconnect. Mohon diperhatikan bahwa dengan melakukan disconnect, semua aplikasi yang tadinya sudah login dengan akun Office 365 anda akan otomatis log out dan anda harus melakukan login ulang agar akun anda dapat digunakan di Laptop.
Connect akun Office 365 agar tidak di managed by organization
Jika akun anda sudah berhasil ter disconnect dan anda ingin login kembali namun tidak ingin di manage by organization, maka anda harus mengikuti langkah – langkah berikut:
1) Lakukan login dengan akun Office 365 melalui Microsoft Teams, Microsoft OneDrive, atau aplikasi Office lainnya

2) Anda juga bisa melakukan login melalui menu Account dan Access Work or School

3) Jika sudah berhasil login, pastikan untuk klik “No, sign in to this app only” agar browser dan windows tidak termanage oleh organization

Itulah panduan untuk melakukan disconnect akun Office 365 dari Laptop, solusi tersebut dapat digunakan untuk mengatasi masalah lain seperti browser anda otomatis direct ke website lain yang tidak anda inginkan atau Drive PC anda tidak dapat diakses dan mengharuskan akses ke Cloud OneDrive saja.
Semoga bermanfaat. Terima kasih







![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)