[ez-toc]
APA ITU DOCKER
Docker Hub adalah platform cloud yang memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk menyimpan, berbagi, dan mengelola kontainer Docker serta aplikasi yang dikemas dalam kontainer tersebut. Docker sendiri adalah platform yang populer untuk virtualisasi level aplikasi, yang memungkinkan pengguna untuk mengemas aplikasi dan semua dependensinya ke dalam unit yang dapat dipindahkan yang disebut kontainer. Docker Hub menyediakan repositori publik dan pribadi yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan gambar (images) Docker, yaitu template yang digunakan untuk membuat kontainer. Ini memungkinkan kolaborasi, distribusi, dan pengiriman aplikasi yang lebih mudah dan konsisten di berbagai lingkungan komputasi.
CARA MEMBUAT AKUN DI DOCKER
- Kunjungi Halaman Website https://hub.docker.com/. Lalu Klik “Register”.

- Isi data yang diperlukan, Klik “I Agree —”, verifikasi reCAPTCHA, dan Klik Sign Up.

- Setelah registrasi akun, isi email/username dan password, lalu Klik “Continue”.

- Klik “Continue with Free”.

- Setelah itu Anda akan menuju halaman tampilan UI.

CARA UPLOAD ARTIKEL DI DOCKER
- Pada tampilan UI, Klik “Repositories”.

- Klik “Create repository”.

- Beri nama repository di bagian “Repository Name”, Anda juga bisa menambahkan deskripsi. Setelah itu Klik “Create”.

- Setelah selesai membuat repository, Klik “Add overview”.

- Dalam Docker Hub, menulis artikel perlu memakai unsur html seperti gambar di bawah ini.

- Dalam Docker Hub, untuk mencantumkan hyperlink perlu memakai markdown seperti gambar di bawah ini. Setelah itu Klik “Update”.

- Setelah Klik “Update”, maka tampilan artikel akan seperti ini.

Penulis : Setyo Dwi Gauharis








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)