Konten evergreen berperan penting dalam strategi digital. Konten ini tetap relevan dalam jangka panjang dan terus mendatangkan trafik tanpa bergantung pada tren. Anda bisa menggunakannya untuk edukasi, branding, dan optimasi SEO berkelanjutan.
Pengertian Konten Evergreen
Konten evergreen adalah konten yang nilainya tidak cepat usang. Topiknya selalu dicari dan dibutuhkan audiens. Contohnya panduan, tutorial, penjelasan konsep, dan tips dasar.
Konten jenis ini cocok untuk website, blog, dan portal edukasi karena mampu mendatangkan trafik stabil dari waktu ke waktu.
Manfaat Konten Evergreen
• Trafik konsisten dari mesin pencari.
• Lebih mudah dioptimasi SEO.
• Menghemat waktu produksi konten.
• Mendukung kredibilitas brand.
Langkah Langkah Membuat Konten Evergreen
Pertama tentukan topik yang relevan jangka panjang
Pilih topik yang selalu dibutuhkan audiens. Fokus pada masalah dasar dan pertanyaan umum.
Contoh topik evergreen
• Pengertian dari IT, fungsi san contohnya.
• Cara membuat artikel artikel yang baik dan benar.
• Jurusan terbaik di PTS.
• Universitas terbaik di indonesia.
Hindari topik musiman seperti tren tahunan atau berita sementara, karena itu carilah topik yang sekiranya dapat bertahan jangka panjang atau tidak lekang oleh waktu.
1. Petama yang harus di lakukan adalah Research Keyword/Riset Kata Kunci
Langkah pertama yang harus Kamu lakukan adalah riset kata kunci,
• Tentukan topik utama yang ingin Kamu optimasi.
• Gunakan Google Trends untuk melihat tren pencarian berdasarkan waktu dan lokasi.
• Gunakan Ahrefs versi gratis untuk menemukan ide kata kunci dan estimasi trafik.
• Gunakan SEMrush versi gratis untuk mengecek volume pencarian dan tingkat persaingan.
• Pilih kata kunci dengan relevansi tinggi dan niat pencarian yang jelas.
• Prioritaskan kata kunci yang sering dicari dan realistis untuk diranking.
Contoh.
Kata kunci “kampus swasta Bandung” menunjukkan niat pencarian tinggi dari calon mahasiswa. Ini layak dijadikan fokus konten.
Akses tools seperti https://ahrefs.com/keyword-generator > Masukkan Keyword yang Ingin Anda analisis

Kita juga bisa gunakan verisi berbayar seperti ahrefs
Akses tools seperti Keywords Explorer – Ahrefs > Masukkan Keyword yang Ingin Anda analisis

2. Kedua Tentukan Struktur Konten dari Topic Yang Di Pilih
Susun Struktur Konten yang Jelas buat alur tulisan yang mudah dipahami. Gunakan judul dan subjudul yang informatif. dari keyword “kampus swasta Bandung“
Contoh
Judul utama.
Kampus Swasta Bandung. Pilihan Tepat untuk Masa Depan Kamu.
Pendahuluan.
Jelaskan alasan banyak calon mahasiswa mencari kampus swasta di Bandung.
Sebutkan faktor lokasi, kualitas pendidikan, dan peluang karier.
Subjudul 1.
Apa Itu Kampus Swasta di Bandung.
Definisikan kampus swasta secara singkat.
Sebutkan perbedaan dengan kampus negeri.
Berikan konteks Bandung sebagai kota pendidikan.
Subjudul 2.
Keunggulan Kampus Swasta di Bandung.
– Kurikulum berbasis industri.
– Fasilitas kampus modern.
– Dosen praktisi dan akademisi.
– Kerja sama dengan industri lokal dan nasional.
Penutup.
Dorong pembaca untuk membandingkan kampus.
Arahkan ke halaman pendaftaran atau konsultasi contohnya bisa di arahkan ke pendaftaran kampus smb.telkomuniversity.ac.id atau bisa di arahkan ke kampus utama.

jika terdapat sub dari subjudul maka kita harus menggunakan heading 3

Baca Juga Mengenai : SEO Lokal : Panduan Optimasi Bisnis Agar Mudah Ditemukan
3. Optimasi SEO Dasar
Optimasi SEO membantu konten evergreen bertahan di halaman pencarian.
Langkah SEO dasar
• Gunakan keyword di judul dan isi.
• Buat meta title dan meta description.
• Gunakan internal link ke konten relevan.
Pastikan keyword digunakan secara natural

- Bagian SmartCrawl Ini adalah plugin SEO untuk mengatur judul dan deskripsi halaman fungsinya membantu halaman tampil optimal di hasil pencarian Google
- Tombol Edit Meta : Klik untuk mengubah SEO Title dan Descriptiong gunakan fokus kata kunci kampus swasta Bandung.
- SEO Title : Isi judul halaman untuk mesin pencari panjang ideal 50 sampai 65 karakter.
- Description : Isi ringkasan isi artikel panjang ideal 120 sampai 160 karakter.
- Indikator hijau : Menandakan panjang karakter sudah sesuai rekomendasi ini membantu meningkatkan peluang klik dari hasil pencarian.
4. Fokus Keyword

Kenapa indikator harus hijau.
• Hijau berarti artikel sudah memenuhi rekomendasi SEO dasar.
• Struktur judul, panjang teks, dan penempatan kata kunci sudah tepat.
• Mesin pencari lebih mudah memahami topik halaman.
• Risiko judul atau deskripsi terpotong lebih kecil.
Fungsi fokus keyword pada artikel.
• Menentukan topik utama yang ingin disasar.
• Menjadi acuan evaluasi SEO oleh plugin.
• Membantu mengarahkan penulisan judul, subjudul, dan isi.
• Membuat konten lebih relevan dengan intent pencarian.
5. Menambahkan Internal Link Pada Artikel

Cara menambahkan internal link pada artikel.
• Tentukan halaman tujuan yang relevan.
• Pilih kata atau frasa di dalam artikel sebagai anchor text.
• Blok teks tersebut.
• Klik ikon seperti rantai kemudian masukan link tautan.
• Tempel URL halaman internal.
• Simpan.
6. Terakhir Cara Menambahkan Feature Image/Gambar Andalan, Kategori dan Alt Tag Pada Gambar
Feature image atau gambar andalan adalah gambar utama yang mewakili isi artikel dan membantu menarik perhatian pembaca serta mendukung tampilan di media sosial, kategori berfungsi mengelompokkan artikel agar mudah dinavigasi oleh pembaca dan dipahami strukturnya oleh mesin pencari, sedangkan alt tag pada gambar adalah teks deskriptif yang membantu mesin pencari memahami isi gambar, meningkatkan peluang muncul di pencarian gambar, dan tetap terbaca saat gambar tidak dimuat.

Langkah membuat feature image berdasarkan kolom merah.
• Klik Gambar andalan pada editor artikel.
• Pilih Unggah berkas jika ingin menambahkan gambar baru, atau klik Pustaka Media untuk memakai gambar yang sudah ada.
• Klik gambar yang akan dijadikan feature image sampai muncul tanda centang.
• Isi Teks Alt sesuai isi gambar dan topik artikel. Gunakan kata kunci secara natural.
• Isi Judul gambar agar mudah dikenali di pustaka media.
• Isi Keterangan jika diperlukan untuk konteks tambahan.
• Klik Tetapkan gambar unggulan untuk menyimpan.
Untuk Akses Lebih Banyak Panduan dan Artikel silahkan Kunjungi Website Utama Kami
Kesimpulan
Panduan Dalam Membuat Konten Evergreen membantu Kamu menyusun artikel yang relevan dalam jangka panjang dan mudah ditemukan di mesin pencari. Fokus pada riset kata kunci, struktur konten yang jelas, pengaturan SEO dasar, penggunaan internal link, serta optimasi gambar membuat konten lebih terarah dan konsisten. Hasilnya konten tidak hanya informatif bagi pembaca, tetapi juga berpotensi mendatangkan trafik stabil secara berkelanjutan.
Penulis : Eko Bahran Adinata | Editor : Eko Bahran Adinata | Direktorat Pusat Teknologi Informasi







![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)
