Buka Panduan Video Diatas (Klik Pada Gambar dan Gunakan email SSO)
Melaporkan penyalahgunaan (abuse report) bukan sekadar tindakan administratif, melainkan langkah efektif untuk melindungi reputasi digital, keamanan data, dan kredibilitas institusi. Ini lah alasan mengapa pelaporan abuse penting untuk di lakukan.
Pada beberapa tools seperti Google Search Console seringkali kita mendapati notifikasi adanya situs palsu atau AMP pallsu yang meniru tampilan, nama domain, atau elemen visual dari situs resmi untuk menipu pengguna. Bila AMP palsu ini bila tidak segera dilaporkan, pengguna dan mesin pencari dapat tertipu bahkan mengira situs tersebut asli, sehingga menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Mesin pencari seperti Google Google tidak menilai situs dengan cara “melihat seperti manusia”, melainkan dengan mengindeks beberapa elemen teknis seperti:
- Tag HTML (judul, deskripsi, canonical),
- Structured data (schema),
- AMP markup,
- dan Metadata lainnya.
Sehingga situs palsu yang berhasil menyalin struktur AMP atau tag meta situs resmi, bisa saja dapat terbaca oleh crawler Google. Perlu adanya pelaporan situs palsu atau AMP palsu ini ke platform seperti Google Cloud atau Cloudflare, agar Google maupun Cloudflare tahu bahwa situs tersebut bukan milik resmi dan digunakan untuk peniruan atau phishing.
Juga agar platform seperti Google Safe Browsing maupun situs lain dapat menghapus (takedown) dari hasil pencarian dan tidak lagi muncul di GSC.
1. Pelaporan ke Google Cloud Abuse
Tujuan: Melaporkan penyalahgunaan layanan Google Cloud (termasuk Google Storage, Firebase, atau Appspot) yang digunakan untuk phishing, spam, atau peniruan situs resmi.
Formulir Resmi:
https://support.google.com/code/contact/cloud_platform_report
Langkah Pengisian:
Bagian-bagian penting yang harus diisi:
- Your name: Telkom University PuTI
- Your email address: is@telkomuniversity.ac.id
- Type of abuse: Phishing / Impersonation
- Abuse URL:
https://storage.googleapis.com/dmca-verification/igracias-telkomuniversity.html - Description of Abuse:
This file hosted on Google Cloud Storage impersonates Telkom University’s official system (igracias.telkomuniversity.ac.id) and misleads users into accessing fake AMP pages. It uses Telkom University’s brand and subdomain name to deceive visitors and may contain phishing or malicious intent. - Targeted brand: Telkom University
- Official site reference: https://www.telkomuniversity.ac.id/
Catatan: Sertakan sebanyak mungkin bukti tambahan seperti tangkapan layar GSC yang menampilkan AMP palsu, serta salinan metadata halaman palsu jika tersedia.
2. Pelaporan ke Google Safe Browsing – Phishing Report
Tujuan: Melaporkan situs yang dicurigai sebagai phishing atau meniru halaman resmi.
Formulir Resmi:
https://safebrowsing.google.com/safebrowsing/report_phish
Langkah Pengisian:
- Phishing URL:
https://storage.googleapis.com/dmca-verification/igracias-telkomuniversity.html - Deskripsi tambahan:
This page copies and impersonates Telkom University’s official page (igracias.telkomuniversity.ac.id), potentially used for phishing or user data collection.
3. Pelaporan ke Cloudflare Abuse
Tujuan: Jika situs palsu di-hosting melalui domain yang menggunakan Cloudflare (pages.dev, workers.dev, dll.)
Formulir Resmi:
Contoh Pengisian Valid
Setelah itu Anda akan diminta untuk mengisi bagian bagian seperti
Your Full Name
- Your email address
- Confirm email
- Title
- Company name
- Telephone
- Evidence URLs
- Logs or others evidence
- Targeted brand
- Reporter Country
- Comments









![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)