Apa itu Dataset pada Dataverse?
Dataset pada Dataverse Telkom University merupakan kumpulan data yang disimpan dan dikelola dalam suatu repository sehingga dapat dibagikan, disimpan, dan dianalisis. Sebuah Dataset terdiri dari 3 tingkatan metadata, yaitu:
- Metadata Kutipan (Citation Metadata): Metadata apapun yang diperlukan untuk membuat kutipan data dan metadata umum lainnya yang dapat diterapkan dalam Dataset manapun;
- Metadata Spesifik Domain (Domain Specific Metadata): Untuk Dataset ilmu sosial, Ilmu Hayati, Geospasial, dan Astronomi;
- Metadata Tingkat File (File-level Metadata): Bervariasi tergantung pada jenis data
Langkah-langkah menambahkan Dataset pada Dataverse
Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk menambahkan Dataset pada Dataverse

Pada Dataverse yang sudah Anda buat sebelumnya, klik tombol Add Data kemudian pilih Add Dataset

- Pada bagian Title, isikan judul dari Dataset. Pastikan judul jelas dan deskriptif
- Masukkan data Author yaitu Name dan Affiliation. Pastikan Affiliation terisi Telkom University
- Pilih Identifier Scheme dan masukkan Identifier. Jika tidak memiliki Identifier dari Identifier Scheme yang dipilih, bagian Identifier dapat dikosongkan

- Selanjutnya adalah mengisi bagian Deskripsi. Isi deskripsi dengan informasi yang jelas, padat, dan relevan. Sertakan tujuan dataset, konteks penelitian, metode pengumpulan data, dan potensi penggunaan dataset
- Isi bagian Date untuk menunjukkan tanggal publish Dataset

- Setelah mengisi Deskripsi, Anda dapat memilih Subject dari Dataset. Pilih Subject yang relevan dengan Dataset yang akan dibuat
- Selanjutnya, masukkan kata kunci yang menggambarkan aspek penting dari dataset. Kata kunci digunakan untuk membangun indeks kata kunci serta untuk keperluan klasifikasi dan pencarian

Tambahkan Notes berupa informasi penting tambahan yang berkaitan dengan dataset
Tipe Dokumen Yang Diperbolehkan untuk Diunggah
Dokumen Office: Word, Excel, Powerpoin
Dokumen Digital: PDF
Image/Gambar: jpeg, jpg, png, gif, svg
Yang tidak diperbolehkan: zip, 7zip, rar, iso, cab, .image, dan semua tipe kompresi dokumen

Upload File yang ingin ditambahkan pada Dataset. Gunakan file yang dapat diindeks seperti file PDF, CSV, atau TXT

Pastikan seluruh data yang Anda inputkan benar. Jika sudah, klik tombol Save Dataset

Setelah Dataset tersimpan, Publish Dataset dengan menekan tombol Publish Dataset
Dengan mengikuti panduan diatas, Anda dapat menambahkan Dataset pada Dataverse Telkom University. Pastikan untuk mengikuti langkah-langkah diatas agar Dataset Anda dapat terindeks.
Sumber: https://guides.dataverse.org/en/5.3/user/dataset-management.html








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)