
OneDrive merupakan layanan komputasi awan serupa dengan Dropbox dan Google Drive yang memungkinkan penggunanya mengunggah dan mensinkronkan berkas ke suatu penyimpanan awan dan kemudian mengaksesnya melalui peramban Web atau perangkat tertentu yang merupakan layanan dari Microsoft. Google drive adalah layanan google untuk media penyimpanan data online (daring) berbasis cloud atau Internet. Pada dasarnya layanan Google Drive sama seperti cloud storage lain semacam dropbox atau OneDrive.
Akses MultCloud
MultCloud dapat mentransfer file dari satu layanan cloud ke layanan cloud lainnya secara langsung tanpa mengunduh dan mengunggah ulang, seperti mentransfer file dari Dropbox ke Google Drive atau memigrasikan file dari satu Google Drive ke Google Drive lainnya.
Akses ke halaman https://app.multcloud.com/mc_project/task_list
Daftarkan Account
MultCloud perlu untuk mengetahui account apa yang akan dilakukan sinkronisasi, daftarkan OneDrive For Business dengan pilihan Personal Cloud Account, dan juga Account Google Drive
Pilih Menu CloudSync untuk memulai sinkronisasi dokumen pada 2 akun cloud.

Video Tutorial Penggunaan MultCloud
Untuk lebih jelasnya melakukan sinkronasi dari akun google drive anda ke akun OneDrive, anda dapat mengikuti video tutorial Panduan Sinkronasi dari akun Google Drive ke OneDrive Microsoft dengan MultCloud.

Demikian video tutorial Panduan Sinkronasi dari Google Drive ke OneDrive Mirosoft. Proses sinkronisasi ini juga bermanfaat untuk melakukan migrasi dokumen dari google ke microsoft ataupun sebaliknya. Untuk selanjutnya, anda juga bisa melakukan Migrasi dari akun Google Drive ke OneDrive.
Limitasi
Kecepatan transfer data di aplikasi ini, sangat bergantung engan lisensi yang dilanggan.

Versi Unlimited Lifetime

Versi Free menggunakan work account
Semoga bermanfaat. Terima kasih.








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)