Pengaturan dan Penjelasan IT Setup pada Microsoft Teams
Pada kelas Microsoft kali ini membahas mengenai penjelasan serta langkah langkah dalam melakukan IT Setup agar dapat membantu IT Administrasi dalam melakukan pengaturan pada Microsoft Teams untuk sekolah atau instusi pendidikan.
Membuat Team di Microsoft Teams
Untuk membuat team, kita harus menginstall Microsoft Team dan login dengan akun yang sudah diaktifasi. Pembuatan team ini sama halnya dengan membuat grup. Berikut tata cara pembuatan team:
1.Pilih menu Teams di bar kiri, kemudian pilih Create a Team

2. Pilih tipe team yang dibutuhkan
- Class: untuk diskusi, projek kelompok, dan tugas kelas
- PLC: untuk tempat bekerja pengajar
- Staff: untuk staff administrasi dan pengembangan
- Other: untuk studi grup atau kelas ekstrakulikuler, untuk management team

3. Isi keterangan tentang Team yang dibuat (Judul, Deskripsi, Jenis team)
- Jenis team memiliki privasi yang terdiri dari dua yaitu Private dan Public.
- Private jika hanya ingin mengundang beberapa member saja.
- Public bisa untuk semua orang jika ingin join
4. Tambah member dalam Team
- Akun yang diundang ke dalam team harus sudah mengaktifkan akun microsoft, jika tidak maka tidak akan bisa diundang

5. Pilih tipe atau jenis keanggotaan tiap akun yang diundang
- Owner: seperti Leader
- Member: anggota biasa

Menu Pada Teams
A. Menu General
Pada bagian menu General, kita bisa membuat postingan atau pengumuman yang data ditujukan untuk anggota di dalam tim tersebut maupun anggota tim lainnya.
B. Menu Files
Pada bagian menu Files, kita bisa mengerjakan pekerjaan dengan file kolaborasi yang pada platform yang tersedia dari software Microsoft seperti word document
C. Menu Tab Lainnya
Selain menu General dan Files, kita bisa menambahkan menu sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin membuat Task by Planner (untuk management project) klik pada bagian ikon “+” di kanan. Tab ini memiliki banyak menu yang bisa ditambahkan sesuai dengan kebutuhan
Menu Task by Planner pada Teams
Menu ini dapat digunakan untuk magaemen projek dimana dalam satu team bisa membuat banyak projek dan mengajak anggota team untuk masuk ke dalam projek tersebut. Berikut tata cara pembuatan Task untuk projek
- Klik ikon “+” pada tab di sebelah kanan Files, kemudian pilih Task by Planner
- Isi nama projek pada bagian Create A New Plan
- Berikut halaman projek yang telah dibuat. Untuk menambahkan Task, pilih Add Task. Jika ingin menambahkan step tiap projek, pilih Add New Bucket. Isi Task yang dibuat. Jika sudah menambahkan Task, isi sesuai dengan tugas yang diberikan. Kemudia double click untuk memasukkan detail Task .
- Isi detail Task
- Progres: terdiri dari 3 state yaitu Not Started (belum dimulai/dikerjakan), Inn progress (sedang dkerjakan), Completed (Sudah dikerjakan)
- Priority: terdiri dari 4 state yaitu Urgent, Important, Medium, dan Low
- Start date – due date
- Checklist: jika dalam satu Task terdapat banyak sub, bisa ditambahkan tiap itemnya
- Add attachment: jika ingin menambahkan file
Task by Planner memiliki menu lain seperti:
- Chart: Pada bagian Chart, kita bisa melihat status dari Task yang sudah dibuat
- Schedule: Pada bagian Schedule, kita bisa melihat calender dimana sebagai pengingat terhadap tugas atau task yang sudah diberikan. Kita juga bisa memfilter waktunya seperti tugas yang sudah telat, tugas hari ini, minggu depan, dan sebagainya.
- Task yang sudah: dibuat pada tiap project atau team, bisa dilihat pada menu Task by Planner pada menu bar kiri.
Konfigurasi pengaturan Admin Center for Teams
Menu Admin Center ini hanya bisa diakses oleh akun Admin dengan Microsoft 365 premium.
Konfigurasi Pengaturan Admin (URL: http://portal.office.com)
Berikut langkah memberi akses kepada akun diluar teams untuk join pada Teams
- Pada admin center, klik pada bagian Teams untuk konfigurasi Teams.
- Pilih User >> External Access >> On
- Untuk pengaturan akses akun dari luar teams, pilih Guess Access
Sekian ringakasan pembahasan pada kelas webinar IT Setups for Teams diatas, untuk pembahasan lengkapnya anda dapat mengunduh Materi Pembahasan pada IT Setup by Microsoft kali ini. Terdapat modul keseluruhan materi Team Learning Program by Microsoft yang dapat anda unduk dan buka melalui OneNote Microsoft.
Semoga bermanfaat.








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)