Blog Staff
Akses blog staff melalui https://staff.telkomuniversity.ac.id/ lalu klik tombol Login.

Fitur Layanan Blog
- Themes dan Plugin terbatas, tidak bisa ditambahkan
- Themes menggunakan default wordpress support Gutenberg Editor
- Login menggunakan Single Sign On O365, melalui halaman utama Blog Staff.

Gutenberg Editor WordPress
Dalam dunia desain web dan konten yang terus berkembang, memiliki editor yang kuat dan mudah digunakan adalah krusial. Inilah Gutenberg, editor WordPress revolusioner yang mengubah permainan. Dalam panduan komprehensif ini, kita akan menjelajahi potensi penuh Gutenberg untuk menciptakan halaman web yang memukau. Baik Anda pengembang berpengalaman atau pemula yang ingin tahu, mari kita telusuri dunia pengeditan berbasis blok.
1. Munculnya Gutenberg: Perubahan Paradigma
Lahirnya Era Baru
Gutenberg, diperkenalkan sebagai editor default di WordPress 5.0, menggantikan editor TinyMCE tradisional. Antarmuka intuitif dan desain responsifnya menjadikannya favorit di kalangan kreator. Tapi apa yang membedakannya? Mari kita cari tahu.
Blok: Fondasi Kreativitas
Konsep inti Gutenberg berputar di sekitar blok. Setiap blok mewakili elemen yang berbeda—baik itu paragraf, gambar, tombol, atau video. Blok-blok ini dapat dengan mudah diatur ulang, disesuaikan, dan diberi gaya. Tinggalkan tata letak monoton; dengan Gutenberg, kreativitas Anda tak terbatas.
2. Memulai dengan Gutenberg
Mengangkat Layar
Sebelum memulai perjalanan Gutenberg Anda, pastikan Anda memiliki situs web WordPress yang berjalan. Begitu Anda berada di dasbor admin, arahkan ke postingan atau halaman yang ingin Anda edit. Klik tombol “Edit,” dan voilà! Anda berada di wilayah Gutenberg.
Seni Membuat Konten
Gutenberg menggunakan konsep blok konten individu untuk menambahkan dan mengedit berbagai elemen dalam postingan dan halaman. Anda dapat mengatur dan menyesuaikan tampilan setiap blok ini. Misalnya, Anda bisa memilih warna latar belakang atau lebar yang berbeda untuk seluruh blok tanpa memengaruhi elemen lainnya.
3. Mengoptimalkan Pengalaman dengan Gutenberg
Menggali Lebih Dalam
Gutenberg bukan hanya sekadar editor; ia adalah kreativitas Anda dalam bentuk digital. Mari kita lihat beberapa fitur menarik:
a. Reusable Blocks: Template Kustom
Gutenberg memungkinkan Anda membuat blok yang dapat digunakan kembali. Ini seperti memiliki koleksi template siap pakai. Buat blok untuk header, testimonial, atau bahkan tata letak halaman penuh. Hemat waktu dan konsistensi dengan reusable blocks.
b. Drag-and-Drop: Simplicity Itself
Gutenberg adalah editor drag-and-drop. Geser dan letakkan konten di halaman web tanpa perlu mengutak-atik kode. Ini cocok untuk pemula dan praktisi berpengalaman.
c. Full Site Editing (FSE): Desain Tanpa Batas
Dengan Gutenberg, Anda dapat merancang seluruh situs web. Tidak hanya postingan, tetapi juga halaman, header, footer, dan bagian lainnya. FSE membuka pintu bagi kreativitas tak terbatas.
Template Halaman Page
Terdapat template instant yang dapat dipergunakan dalam membuat halaman website, sehingga tidak perlu mengandalkan penggunaan Themes untuk mendapatkan tampilan website secara instant.
Kita bisa melakukan preview terlebih dahulu, sebelum melakukan insert tempalte halaman yang akan kita aplikasikan.


Block Template
Block Template difungsikan untuk memasukkan form tampilan tertentu yang ingin ada didalam sebuah halaman web.

Website Unit
Untuk editor website unit juga sama, sangat direkomendasikan menggunakan Gutenberg, standar plugin dan themes bisa dibaca melalui https://it.telkomuniversity.ac.id/standar-wordpress-di-tel-u/.








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)