Perbaikan Google Scholar Periode Webometrics Januari 2023
Sehubungan dengan proses penilaian Webometrics yang dilakukan pada semester kedua (Peridoe Desember – Januari). Maka akan dilaksanakan Konsultasi Perbaikan Google Scholar guna memberikan penjelasan tentang standarisasi profile, perbaikan masalah artikel maupun akun yang harus dilakukan untuk meningkatkan penilaian Webometrics. Kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 02/01/2023 pukul 09.00 hinga 11.00 WIB secara Online melalui Microsoft Teams.
RunDown Acara
Pada acara konsultasi Google Scholar kali ini, materi yang akan dibahas yaitu sebagai berikut:
- Penjelasan kaitan Google Scholar dengan Webometrics
- Penjelasan Standarisasi Profile Google Scholar terbaru versi Webometrics
- Penjelasan Artikel/Akun Google Scholar yang bermasalah serta solusinya
- Sesi Tanya Jawab
- Penutupan
PDF Buku Panduan
Anda dapat mendownload buku panduan disini Download
[pdf-embedder url=”https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/Buku-Panduan-Sosialisasi-Google-Scholar-2023.pdf” title=”PDF Buku Panduan Google Scholar”]
PDF Presentasi
Anda dapat mendownload materi disini Download
[pdf-embedder url=”https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2023/02/Pendampingan-Perbaikan-Google-Scholar.pdf” title=”PDF Pendampingan Perbaikan Google Scholar”]
Link Data Akun Google Scholar dari Hasil Crawling periode Januari 2023
Berikut adalah data hasil crawling akun google scholar Telkom University serta penilaian profile google scholar Telkom University.
Pada Excel Laporan Google Scholar, terdapat sheet All Problem GSC dimana berisi nama nama user yang memiliki masalah pada akun google scholarnya. Terdapat juga perbandingan hasil crawling dari periode 2022-2023.
Data Penilaian Profile Google Scholar https://tel-u.ac.id/penilaianprofilegooglescholar
Data Laporan Google Scholar dapat diakses melalui https://tel-u.ac.id/laporanscholarnovember22
Video Sosilasiasi
Rekaman kegiatan Perbaikan Profile Google Scholar dapat diakses pada link video berikut

Jika terdapat kendala atau masalah terkait perbaikan akun maupun artikel dan profile Google Scholar, anda dapat mengirimkan ticketing melalui website situ-service desk https://situ-sis.telkomuniversity.ac.id/service-desk
Bapak/Ibu juga dapat mengjukan one-on-one melalui form berikut: https://it.telkomuniversity.ac.id/form-pengajuan/
Terima kasih.










![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)