Waktu Sprint adalah periode waktu dimana Tim developer bekerja untuk mencapai tujuan tertentu dalam kerangka kerja metode scrum pada Software Development Lifecycle
Pengertian Waktu Sprint dalam Metode Scrum
Scrum adalah salah satu metodologi yang termasuk dalam Agile Software Development. Scrum berfungsi menghasilkan pengembangan perangkat lunak dengan hasil yang baik sesuai dengan keinginan pengguna, dapat digunakan dalam proyek besar maupun kecil, dan mudah untuk mengadopsi bila terjadi suatu perubahan perubahan. Dalam konteks pengembangan perangkat lunak dan manajemen proyek.
Sprint adalah periode waktu terbatas dimana Tim bekerja untuk mencapai tujuan tertentu dalam kerangka kerja scrum. Sprint biasanya berlangsung dalam satu bulan atau kurang, dimana produk jadi inkremental yang berpotensi “Selesai” didalam sprint. Setiap sprint memuat scrum event yang terdiri atas sprint. Dengan adanya waktu sprint ini, tim dapat fokus pada serangkaian tugas yang ditentukan dalam backlog produk.
Tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan inkrement produk yang tersampaikan dan berfungsi baik pada akhir sprint.
Kegunaan utama sprint adalah memfasilitasi pengembangan proyek secara bertahap dan terus-menerus. Sprint fokus pada pengiriman hasil yang berharga secara konsisten.
Selama sprint, tim bekerja secara intensif dan terorganisir, menggunakan rapat harian untuk memantau kemajuan. Mereka melakukan identifikasi hambatan, dan memastikan fokus pada tujuan sprint.
Sprint memungkinkan tim untuk mengatur prioritas, mengelola waktu, dan mengoptimalkan sumber daya dengan efisien.
Sehingga meningkatkan kemampuan tim menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan cepat dan responsif terhadap perubahan kebutuhan.
Dengan adanya sprint, tim dapat memecah proyek menjadi bagian-bagian yang lebih terkelola. Hal ini memungkinkan mereka mengukur kemajuan teratur dan menghasilkan nilai bisnis lebih cepat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Sprint
Panjang konsep sprint dalam kerangka scrum adalah faktor penting yang memengaruhi keseluruhan proses pengembangan produk.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi penentuan panjang sprint yang ideal.
Pemahaman yang baik tentang faktor-faktor ini, membantu tim merencanakan dan mengelola sprint dengan lebih efektif. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi panjang sprint.
Kompleksitas Proyek
Tingkat kompleksitas proyek adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi panjang sprint.
Proyek dengan tingkat kompleksitas yang tinggi mungkin memerlukan sprint yang lebih panjang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Hal ini demi memastikan pengiriman yang konsisten.
Ukuran Tim
Ukuran tim juga memainkan peran penting dalam menentukan panjang sprint. Tim yang lebih besar mungkin memerlukan sprint yang lebih panjang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Sedangkan tim yang kecil mungkin dapat mencapai hasil yang sama dalam sprint yang lebih pendek.
Jenis Produk dan Industri
Jenis produk yang dikembangkan dan industri tempat produk tersebut beroperasi juga dapat memengaruhi panjang sprint. Misalnya, produk perangkat lunak medis mungkin memerlukan sprint yang lebih panjang untuk memastikan kepatuhan regulasi. Sementara produk konsumen mungkin memungkinkan sprint yang lebih singkat untuk merespons pasar dengan cepat.
Ketersediaan Sumber Daya
Ketersediaan sumber daya, termasuk waktu dan anggaran, juga dapat memengaruhi panjang sprint. Jika sumber daya terbatas, tim mungkin perlu mempertimbangkan sprint yang lebih pendek. Dengan begini, mereka dapat memastikan pengiriman yang tepat waktu dan efisien.
Kematangan Tim dan Proses
Tingkat kematangan tim dan proses pengembangan juga dapat memengaruhi panjang sprint. Tim yang baru terbentuk mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan proses sprint. Lain halnya dengan tim berpengalaman, mungkin dapat bekerja lebih efisien dalam sprint yang lebih pendek.
Kehandalan Infrastruktur dan Teknologi
Ketersediaan infrastruktur dan teknologi yang diperlukan untuk pengembangan produk juga memengaruhi panjangnya konsep sprint.
Infrastruktur yang tidak handal atau teknologi yang kurang matang mungkin memerlukan sprint yang lebih panjang. Melalui teknis yang lebih kompleks ini, mereka dapat menangani masalah teknis yang mungkin muncul.
Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan dan ekspektasi pemangku kepentingan juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan panjang sprint. Jika pelanggan menginginkan pengiriman produk yang lebih cepat, sprint pendek diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor konsep sprint, tim dapat merencanakan panjang sprint yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Fleksibilitas tersebut tentunya akan sesuai dengan karakteristik tim mereka. Penting untuk terus memantau dan mengevaluasi panjang sprint selama siklus pengembangan. Hal tersebut dibuat untuk memastikan bahwa sprint berjalan efisien dan efektif sesuai kebutuhan proyek.
Sebagai kampus teknologi terkemuka, tentunya Telkom University tidak ketinggalan menyajikan pembelajaran terkini berbasis manajemen proyek. Adapun pembelajaran mengenai sprint akan dijabarkan lebih dalam pada mata kuliah Manajemen Proyek Agile.
Referensi
Hadji, S., Taufik, M., & Mulyono, S. (2020). Implementasi Metode Scrum Pada Pengembangan Aplikasi Delivery Order Berbasis Website (Studi Kasus Pada Rumah Makan Lombok Idjo Semarang). Prosiding Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU) Klaster Engineering.
Penulis : Meilina Eka Ayuningtyas