Standarisasi dan optimasi pembuatan konten Artikel membantu Kamu membuat artikel yang rapi, terstruktur dan mudah dipahami. Konten memakai heading yang jelas, paragraf ringkas, kata kunci yang tepat dan elemen pendukung seperti gambar serta data sehingga Google lebih mudah membaca dan menilai kualitas halaman Kamu. Konten yang mengikuti standar ini memberi pengalaman baca yang baik dan meningkatkan peluang tampil di hasil pencarian. Banyak konten gagal menjangkau pembaca karena struktur tidak rapi dan pesan tidak jelas. Mesin pencari juga sulit memahami isi konten yang tidak terstandarisasi. Standarisasi konten membantu Kamu membuat artikel yang mudah dibaca, mudah dipindai, dan mudah dirayapi mesin pencari.
Artikel ini membahas standar penulisan konten yang benar. Fokus pada struktur, SEO, dan Smart Crawl.
Pengertian Standarisasi Konten
Standarisasi konten adalah aturan penulisan yang konsisten. Aturan ini mengatur struktur artikel, penggunaan heading, pemilihan kata, dan optimasi SEO. Tujuannya agar konten relevan bagi pembaca dan optimal di mesin pencari.
Manfaat Standarisasi Konten
• Konten lebih mudah dipahami pembaca
• Struktur jelas dan rapi
• SEO lebih optimal
• Proses crawling mesin pencari lebih cepat
• Kualitas konten konsisten
Struktur konten yang direkomendasikan
Struktur konten yang direkomendasikan mencakup judul utama yang jelas, pembukaan singkat yang memberi konteks, beberapa Heading 2 untuk membagi topik menjadi bagian yang mudah dibaca, paragraf pendek yang membuat pembaca cepat memahami isi, data atau contoh untuk mendukung informasi, gambar bila diperlukan untuk memperjelas penjelasan, daftar poin untuk memudahkan pemindaian, serta penutup ringkas yang menegaskan inti dari pembahasan, Struktur yang rapi membantu pembaca dan mesin pencari memahami topik.
Contoh Penggunaan Heading Pada Judul dan Sub Judul

Kenapa harus menggunakan Heading 1 dan Heading 2?
• Heading 1 memberi tahu mesin pencari topik utama halaman. Heading 1 membantu Google memahami fokus konten. Heading 1 hanya untuk judul dan heading 1 hanya boleh di gunkan 1 heading saja dalam satu halaman artikel.
• Heading 2 membagi isi artikel menjadi bagian yang jelas. Heading 2 membantu pembaca menemukan informasi lebih cepat. Heading 2 memudahkan Google membaca struktur artikel.
• Heading 1 dan Heading 2 membuat halaman lebih rapi. Pembaca bisa mengikuti alur dengan mudah.
• Struktur heading yang benar meningkatkan peluang tampil di pencarian karena Google membaca konten Kamu seperti outline.
Mengapa judul harus 55 sampai 65 karakter?
• Judul sepanjang 55 sampai 65 karakter tampil penuh di hasil pencarian. Judul yang terlalu panjang terpotong, sehingga mengurangi klik.
• Judul dengan panjang ini memberi ruang untuk memasukkan kata kunci dan nilai manfaat bagi pembaca.
• Data dari beberapa riset SEO menunjukkan judul di rentang ini lebih sering diklik. Judul yang utuh meningkatkan klik ke halaman Kamu.
Mengapa artikel harus memiliki description?
• Description membantu Google memahami isi artikel. Description memuat ringkasan yang jelas tentang topik halaman.
• Kamu bisa menarik klik karena description muncul di hasil pencarian. Pembaca tahu apa yang akan mereka baca.
• Description yang jelas meningkatkan performa SEO karena Google memakai informasi ini untuk menilai relevansi halaman Kamu.
Baca Juga Mengenai : Panduan Dalam Membuat Konten Evergreen
Apakah Feature Image Wajib daalam Standar SEO?

Feature image tidak wajib. Namun Feature image sangat dianjurkan untuk SEO dan pengalaman pengguna, tanpa feature image, artikel tetap bisa terindeks Google. Dengan feature image, peluang klik dan keterbacaan meningkat.
Alasan feature image dianjurkan.
• Membantu Google memahami konteks halaman melalui gambar.
• Meningkatkan CTR saat tampil di Google Discover dan media sosial.
• Membuat artikel lebih rapi dan profesional.
• Mendukung optimasi image search.
Standar SEO feature image yang dianjurkan.
• Ukuran ideal 1200 x 628 piksel.
• Rasio 1.91 banding 1.
• Format JPG atau WebP.
• Ukuran file di bawah 200 KB.
• Resolusi jelas dan tidak pecah.
• Relevan dengan isi artikel.
Optimasi SEO pada feature image.
• Nama file deskriptif.
Contoh panduan-seo-feature-image.jpg
• Alt text berisi kata kunci utama.
Contoh Panduan SEO feature image untuk artikel blog.
• Hindari teks terlalu kecil di dalam gambar.
• Gunakan warna kontras agar mudah dibaca.
Kapan feature image sangat disarankan.
• Artikel blog dan berita.
• Konten edukasi dan evergreen.
• Landing page yang ditargetkan ke Google Discover.
• Artikel yang dibagikan ke media sosial.
Cara Mambahkan Link Interna Maupun Link External Pada Artikel

Berikut cara menambahkan link internal dan external pada artikel. Praktis dan bisa langsung kamu terapkan.
Langkah menambahkan internal link.
• Tentukan halaman tujuan yang masih satu website.
• Pilih teks yang relevan sebagai anchor text.
• Blok teks tersebut.
• Sisipkan URL artikel tujuan.
• Simpan dan cek apakah link berfungsi.
Contoh internal link.
Teks panduan Panduan Cara Membuat Konten Evergreen.
Link ke https://it.telkomuniversity.ac.id/panduan-dalam-membuat-konten-evergreen/
Langkah menambahkan external link.
• Tentukan sumber tepercaya di luar website.
• Pilih kalimat yang mendukung data atau pernyataan.
• Blok teks pendukung.
• Sisipkan URL sumber.
• Atur agar terbuka di tab baru.
Contoh external link.
Teks data riset pendidikan.
Link ke website jurnal atau institusi resmi.
Aturan SEO penting.
• Gunakan anchor text jelas dan spesifik.
• Hindari anchor text klik di sini.
• Batasi 2 sampai 5 link per 1.000 kata.
• Pastikan link relevan dengan topik.
• Cek link secara berkala agar tidak rusak.
Kesalahan umum yang perlu dihindari.
• Menautkan halaman yang tidak relevan.
• Mengulang anchor text yang sama.
• Terlalu banyak link dalam satu paragraf.
• Menautkan ke sumber tidak kredibel.
Cara Optimasi Smart Crawl

Smart Crawl wajib dioptimasi agar Google paham isi artikel kamu.
Kenapa harus dioptimasi?
• Smart Crawl membantu Google membaca judul dan deskripsi halaman.
• Google memakai data ini untuk menentukan topik artikel.
• Google menampilkan judul dan deskripsi itu di hasil pencarian.
Dampak dari tidak otimasi Smart Crawl
• Google salah menangkap topik artikel.
• Judul dan deskripsi bisa terpotong atau acak.
• Artikel sulit naik peringkat.
• Klik dari Google rendah.
Manfaat optimasi Smart Crawl
• Google salah menangkap topik artikel.
• Judul dan deskripsi bisa terpotong atau acak.
• Artikel sulit naik peringkat.
• Klik dari Google rendah.
Tentukan Fokus Keyword Untuk Artikel Kamu

Fokus keyword adalah kata atau frasa utama yang Kamu targetkan dalam sebuah artikel. Fokus keyword membantu Google memahami topik halaman Kamu. Fokus keyword juga membantu Kamu menulis konten yang terarah karena seluruh pembahasan mengikuti kata kunci tersebut. Fokus keyword biasanya muncul pada judul, URL, paragraf awal, beberapa Heading 2 dan bagian penting lain agar artikel lebih mudah ditemukan pada pencarian.
Status kuning muncul karena fokus keyword belum optimal
disini saya ambil contoh dari sebuah artikel mengenai Computer Vision yang mana masih ada tanda kuning pada fokus keyword.
Kenapa masih kuning?
• Kemungkinan Focus keyword sudah dipakai di artikel lain.
• Terjadi keyword cannibalization.
• Google bingung menentukan halaman utama.
• Rekomendasi SEO belum terpenuhi semua.
Arti peringatan utama.
Primary focus keyphrase is already used.
Artinya satu kata kunci dipakai di lebih dari satu halaman.
Dampaknya
• Ranking terbagi.
• Salah satu artikel sulit naik.
• Performa SEO melemah.
Agar hijau semua pastikan untuk memperbaiki yangrecomendasikan smart crawl .
• Gunakan satu focus keyword untuk satu artikel.
• Ubah keyword jadi lebih spesifik.
Contoh computer vision menjadi computer vision dalam pendidikan.
• Pastikan keyword ada di judul.
• Pastikan keyword ada di meta description.
• Pastikan keyword muncul di paragraf awal.
• Gunakan keyword di subjudul secara natural.
• Tambahkan internal link ke artikel utama dengan keyword tersebut.
Kesimpulan
Standarisasi dan optimasi konten membantu Kamu membuat artikel yang rapi, terstruktur, dan mudah dipahami pembaca serta mesin pencari. Struktur yang jelas dengan heading yang tepat, paragraf singkat, fokus keyword yang spesifik, feature image, internal dan external link, serta optimasi Smart Crawl membuat Google lebih mudah membaca dan menilai kualitas halaman. Konten menjadi nyaman dibaca, mudah dirayapi, terhindar dari bentrok keyword, dan memiliki peluang lebih besar untuk tampil di hasil pencarian.
Penulis : Eko Bahran Adinata | Editor : Eko Bahran Adinata | Direktorat Pusat Teknologi Informasi






![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)

