Salah satu masalah terbesar bisnis skala kecil dan menengah seperti UMKM dan startup adalah kurangnya pencatatan keuangan yang baik.
Idealnya, bisnis apa pun harus memiliki laporan keuangan dan catatan agar bisa mengetahui kondisi keuangan dan membuat keputusan bisnis yang berdasarkan data.
Namun, ini bukan hal yang mudah, sebab tidak semua orang memiliki pengetahuan akuntansi yang kuat, dan kebanyakan bisnis skala kecil seperti UMKM tidak memiliki anggaran lebih untuk mempekerjakan akuntan.
Solusinya, UMKM dan startup bisa menggunakan software akuntansi, software yang sudah dibuat sedemikian rupa untuk meringankan beban kerja pebisnis dan mempercepat kinerja.
Berikut merupakan 10 rekomendasi software akuntansi yang cocok untuk UMKM dan startup:
1. Software Akuntansi Kledo
Kledo merupakan software akuntansi berbasis cloud yang dikembangkan khusus untuk UMKM dan startup di Indonesia.
Software ini dirancang dengan antarmuka yang sederhana sehingga mudah digunakan, bahkan oleh pelaku usaha yang tidak memiliki latar belakang akuntansi.
Proses pencatatan transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan sistematis tanpa harus memahami istilah akuntansi yang rumit.
Fitur:
- Pencatatan transaksi penjualan dan pembelian
- Pengelolaan utang dan piutang
- Pembuatan invoice secara otomatis
- Akses ke 50+ laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan neraca.
- Manajemen persediaan
- Integrasi dengan aplikasi kasir POS
2. Wave Accounting
Wave Accounting terkenal sebagai software akuntansi yang menyediakan layanan pembukuan dasar secara gratis.
Software ini banyak digunakan oleh usaha kecil dan startup tahap awal yang membutuhkan solusi pencatatan keuangan tanpa biaya langganan.
Fokus utama Wave adalah membantu bisnis mengelola transaksi sederhana dengan efisien.
Jika Anda menginginkan software sederhana untuk sekadar mencatat keuangan, Anda bisa memilih Wave.
Namun, untuk kebutuhan bisnis lain seperti pengelolaan stok barang, Wave mungkin menjadi pilihan yang kurang tepat.
Fitur:
- Pencatatan pendapatan dan pengeluaran
- Membuat invoice
- Laporan keuangan dasar
- Fitur payroll
3. Xero
Xero merupakan software akuntansi berbasis cloud yang banyak digunakan oleh startup dan bisnis yang sedang berkembang.
Salah satu keunggulan Xero adalah kemampuannya mendukung kolaborasi antar tim secara real-time, termasuk dengan akuntan atau konsultan keuangan.
Fitur:
- Pencatatan transaksi otomatis
- Sinkronisasi dengan rekening bank
- Laporan keuangan yang dapat disesuaikan.
4. QuickBooks
QuickBooks merupakan salah satu software akuntansi yang juga banyak digunakan oleh UMKM di berbagai negara.
Software ini dirancang untuk membantu bisnis mengelola pencatatan keuangan secara menyeluruh, mulai dari transaksi harian hingga laporan keuangan.
QuickBooks ini cocok untuk UMKM serta startup yang mulai berkembang dan membutuhkan sistem akuntansi yang lebih terstruktur.
Fitur:
- Pembuatan invoice
- Pengelolaan pengeluaran
- Pelacakan arus kas
- Laporan keuangan yang mudah dibaca.
5. FreshBooks
FreshBooks banyak digunakan oleh startup berbasis jasa dan freelancer. Fokus utama software ini adalah membantu pengguna mengelola invoice, pengeluaran, dan pendapatan dengan cara yang sederhana dan efisien.
Bagi startup jasa, FreshBooks membantu memastikan arus kas tetap lancar dan tertata dengan baik.
Fitur:
- Membuat invoice profesional
- Memantau pembayaran dari klien
- Melihat ringkasan keuangan bisnis
- Payroll
6. Zoho Books
Zoho Books merupakan bagian dari ekosistem Zoho yang dirancang untuk membantu bisnis mengelola keuangan secara otomatis.
Software ini cocok untuk startup yang ingin mengintegrasikan sistem akuntansi dengan aplikasi bisnis lainnya.
Dengan sistem yang terintegrasi, startup dapat menghemat waktu operasional dan lebih fokus pada pengembangan bisnis.
Fitur:
- Pencatatan transaksi
- Pembuatan faktur
- Pengelolaan pajak
- Laporan keuangan lengkap.
7. Odoo Accounting
Odoo Accounting merupakan bagian dari sistem ERP Odoo yang banyak digunakan oleh UMKM hingga startup yang ingin mengelola bisnis secara terintegrasi.
Software ini membantu pengguna memahami alur akuntansi secara menyeluruh, mulai dari pencatatan transaksi hingga pelaporan keuangan.
Fitur:
- Pencatatan transaksi otomatis dari penjualan dan pembelian
- Pengelolaan piutang dan utang usaha
- Laporan keuangan lengkap seperti laba rugi, neraca, dan arus kas
- Rekonsiliasi bank untuk mencocokkan transaksi keuangan
- Integrasi dengan modul lain seperti penjualan, inventori, dan pembelian
8. BukuWarung
BukuWarung banyak digunakan oleh pelaku usaha mikro dan pedagang kecil. Fokus utamanya adalah membantu pencatatan transaksi sederhana dan pengelolaan piutang pelanggan.
Software ini membantu UMKM mencatat penjualan, pembayaran, dan utang pelanggan secara teratur.
Dengan pencatatan yang lebih rapi, pelaku usaha dapat mengurangi risiko kesalahan dan kebocoran keuangan.
Fitur:
- Melacak arus kas dan laba rugi bisnis
- Laporan keuangan sederhana
- Mendukung pembayaran digital
- Mencatat transaksi keuangan dengan mudah
9. Jubelio
Jubelio cocok untuk UMKM dan startup yang bergerak di bidang retail, terutama yang berjualan di berbagai channel. Sistemnya terintegrasi dengan penjualan dan persediaan.
Dengan Jubelio Akunting, data transaksi penjualan dapat langsung tercatat dalam laporan keuangan.
Hal ini membantu pelaku usaha memantau performa bisnis secara menyeluruh dari satu sistem terpusat.
Fitur:
- Otomatisasi pajak dan pelaporan
- Laporan keuangan real-time
- Penyesuaian nilai stok barang
- Memantau stok barang dan update inventaris
10. Bee Accounting
Bee Accounting merupakan software akuntansi berbasis offline yang cocok untuk UMKM yang ingin lebih fleksibel dalam mengelola data keuangan.
Bee Accounting menyediakan fitur pembukuan lengkap, mulai dari pencatatan transaksi hingga laporan keuangan.
Dengan sistem yang cukup komprehensif, software ini membantu UMKM mengelola keuangan secara lebih terstruktur.
Fitur:
- 47 plugin sesuai bidang usaha
- Analisis keuangan bisnis
- Menghitung penyusutan aset perusahaan
- Pengaturan hak akses
*Artikel ini hasil kerja sama antara Kledo dengan Telkom University








