Direktorat PuTI Telkom University

Direktorat PuTI Telkom University

Sejong Culture Academy 2026: Menjelajahi Kelezatan K-Food di KSI Bandung 2

Sejong Culture Academy 2026: Menjelajahi Kelezatan K-Food di KSI Bandung 2

Bagaimana rasanya mengenal budaya Korea Selatan melalui semangkuk makanan hangat yang kaya rasa? Pertanyaan tersebut terjawab dalam Sejong Culture Academy (SCA) 2026: K-Food yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute (KSI) Bandung 2 pada 12–14 Agustus 2026.

Bertempat di Lab Kitchen & Resto, Gedung Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University, acara ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk tidak hanya belajar bahasa dan budaya Korea, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner Negeri Ginseng secara lebih dekat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Rika Yuliant M.I.Kom., Kepala Bagian Pusat Bahasa Telkom University, serta Ibu Min Kyong Ae sebagai instruktur acara K-Food yang didatangkan langsung dari Korea Selatan. Sambutan tersebut sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang mengajak peserta untuk mengenal Korea Selatan melalui pengalaman kuliner yang interaktif dan menyenangkan.

Sambutan dari Ibu Rika Yuliant (kiri) dan Ibu Min Kyong Ae (kanan)
Sambutan dari Ibu Rika Yuliant (kiri) dan Ibu Min Kyong Ae (kanan)
Sebelum mulai memasak, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai budaya dan adat istiadat makan di Korea Selatan. Mulai dari tata cara makan, kebiasaan menggunakan alat makan, hingga berbagai jenis makanan khas Korea diperkenalkan kepada peserta.

Bagi masyarakat Korea, kegiatan makan bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari namun berkaitan juga dengan tradisi, musim, keluarga, dan kehidupan sosial. Karena itu, memahami K-Food juga berarti memahami sebagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Korea.

Ibu Min Kyong Ae saat menjelaskan materi
Ibu Min Kyong Ae saat menjelaskan materi
Salah satu hal menarik dari SCA 2026 adalah makanan yang akan dibuat tidak dipilih secara sembarangan. Peserta diajak mengenal makanan khas musim panas Korea, yaitu Samgyetang, Oigapjanggwa, dan Omija Hwachae.

Hidangan pertama adalah samgyetang (삼계탕), yaitu sup ayam ginseng yang sangat populer di Korea. Samgyetang biasanya disantap pada hari-hari musim panas tertentu yang disebut Sambok (삼복).
 
Menariknya, masyarakat Korea memiliki konsep “melawan panas dengan panas” atau iyeolchiyeol (이열치열). Karena itulah, makanan hangat dan bergizi seperti samgyetang justru banyak dikonsumsi ketika cuaca sedang panas. Peserta pun berkesempatan untuk mengenal filosofi tersebut sekaligus mempraktikkan proses pembuatannya.
 
Hidangan berikutnya adalah oigapjanggwa (오이갑장과), salah satu sajian berbahan dasar mentimun yang diolah dengan teknik tumis dengan bumbu khas Korea. Hidangan ini memperkenalkan peserta pada keberagaman Banchan atau lauk pendamping dalam makanan Korea.

Sebagai pelengkap, peserta juga membuat Omija Hwachae (오미자화채), minuman tradisional Korea berbahan dasar Omija dengan tambahan berbagai buah. Dengan rasa yang unik dan menyegarkan, Omija Hwachae sangat cocok dinikmati pada musim panas.
 

Samgyetang, Oigapjanggwa, dan Omija Hwachae
Samgyetang, Oigapjanggwa, dan Omija Hwachae
Tidak hanya berisi materi dan demonstrasi memasak, SCA 2026 juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengolah makanan Korea dari awal hingga siap disantap. Suasana kegiatan pun menjadi semakin menarik karena peserta dapat bekerja sama, mencoba teknik memasak yang baru, sekaligus berinteraksi dengan peserta lainnya.

Setelah mencoba memasak berbagai makanan khas Korea, para peserta terlihat senang dan cukup antusias mengikuti acara ini. Di akhir sesi, para peserta juga berkesempatan membawa pulang hidangan yang telah mereka buat sendiri.

Para peserta sedang memasak
Para peserta sedang memasak
Selama tiga hari pelaksanaan, Sejong Culture Academy 2026: K-Food menjadi ruang untuk mempertemukan pembelajaran bahasa, budaya, dan kuliner Korea dalam satu pengalaman yang menyenangkan.
Para peserta dengan hasil masakannya
Para peserta dengan hasil masakannya
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa belajar budaya Korea tidak harus selalu dilakukan melalui buku atau kelas. Dari dapur pun, kita bisa mengenal sebuah negara. Dari cara menyiapkan makanan, tata cara makan, hingga cerita di balik setiap hidangan, ada nilai-nilai budaya yang dapat dipelajari.

Melalui SCA 2026, KSI Bandung 2 berharap semakin banyak peserta yang tidak hanya tertarik dengan K-Food, tetapi juga semakin mengenal dan menghargai budaya Korea Selatan secara lebih luas.

“Acaranya sangat seru dan terasa semuanya dipersiapkan dengan sangat baik dari awal sampai akhir. Memasak bersama teman-teman dan juga mencoba semua masakan untuk yang pertama kali memberikan pengalaman yang tak terlupakan 🫶🏻,” Ucap Aliyya, peserta SCA 2026: K-Food.

“Kelasnya seru banget dan dikemas secara menarik untuk sesi 3 jam, sensasi berapi-apinya di dapur berasa lagi di m*sterchef. Makanannya juga enak dan berakhir bisa dinikmati buat satu keluarga di rumah, sangat rekomen bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐,” Ucap Kalila, peserta SCA 2026: K-Food.

Nantikan Sejong Culture Academy 2027 di KSI Bandung 2!
Ingin ikut acara budaya selanjutnya? Pantau terus informasi terbaru mengenai acara budaya di akun Instagram kami @ksi.bandung2 dan jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman seru tentang budaya Korea!

Yuk, daftar kelas bahasa Korea di KSI Bandung 2 dan pelajari bahasa serta budayanya lebih dalam lagi bersama pengajar lokal dan penutur asing asli Korea!

Pentingnya Bahasa Isyarat (BISINDO/SIBI) untuk Menciptakan Lingkungan Kerja Perusahaan yang Inklusif

Pentingnya Bahasa Isyarat (BISINDO/SIBI) untuk Menciptakan Lingkungan Kerja Perusahaan yang Inklusif

Bayangkan kamu bekerja di sebuah kantor yang ramai, penuh percakapan dan diskusi, tapi tidak ada satu pun rekan kerja yang bisa memahami cara kamu berkomunikasi. Itulah kenyataan yang dihadapi oleh jutaan teman Tuli dan teman Wicara di Indonesia setiap harinya. Bahasa isyarat, khususnya BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) dan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), hadir sebagai jembatan komunikasi yang sesungguhnya antara komunitas Tuli dan masyarakat umum. Keduanya bukan sekadar alat bantu, melainkan sebuah bahasa yang utuh, kaya, dan penuh ekspresi.

Di era modern seperti sekarang, konsep inklusivitas di tempat kerja bukan lagi sekadar wacana. Banyak perusahaan besar di dunia, termasuk di Indonesia, mulai menyadari bahwa keberagaman tim, termasuk keberagaman kemampuan fisik dan metode komunikasi, justru memperkuat budaya perusahaan dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak lingkungan kerja yang belum benar-benar siap menyambut karyawan Tuli atau teman Wicara karena hambatan komunikasi yang belum teratasi.

Artikel ini hadir untuk mengajak kamu, baik yang sedang belajar bahasa isyarat, rekan dengar yang peduli, maupun pelaku bisnis dan HR profesional, untuk memahami betapa pentingnya penerapan bahasa isyarat di lingkungan kerja. Karena inklusivitas yang sesungguhnya dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu kemampuan untuk saling memahami satu sama lain.

Daftar Isi:

Mengenal BISINDO dan SIBI: Dua Sistem yang Berbeda tapi Sama-Sama Penting

Pelatihan bahasa isyarat BISINDO untuk karyawan di lingkungan kerja inklusif
Sebelum masuk ke pembahasan tentang lingkungan kerja, penting untuk memahami dua sistem bahasa isyarat utama yang digunakan di Indonesia agar tidak tertukar.

BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) adalah bahasa isyarat yang lahir secara alami dari komunitas Tuli Indonesia. Bahasa ini berkembang organik di dalam komunitas, sehingga memiliki struktur, tata bahasa, dan kosakata yang mencerminkan identitas budaya Tuli secara autentik. BISINDO menggunakan struktur kalimat yang berbeda dari Bahasa Indonesia lisan, umumnya mengikuti pola Subjek-Objek-Verba (S-O-V), dan sangat mengandalkan ekspresi wajah serta gerakan tubuh sebagai bagian integral dari maknanya.

SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) di sisi lain adalah sistem yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia dan mengikuti struktur tata bahasa Indonesia lisan. SIBI sering digunakan dalam konteks pendidikan formal dan cenderung lebih mudah dipelajari oleh teman dengar karena polanya mengikuti urutan kalimat Bahasa Indonesia standar. Meski demikian, banyak anggota komunitas Tuli lebih nyaman menggunakan BISINDO dalam keseharian mereka.

Memahami perbedaan ini penting, terutama bagi perusahaan yang ingin membangun tim yang benar-benar inklusif. Memberikan pelatihan BISINDO kepada karyawan dengar berarti menghormati cara berkomunikasi yang lebih natural bagi rekan Tuli mereka, bukan memaksakan sistem yang dirancang dari luar komunitas.

Kondisi Tenaga Kerja Tuli di Indonesia: Fakta yang Perlu Diketahui

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial Republik Indonesia, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai jutaan orang, dengan disabilitas pendengaran dan wicara termasuk dalam kategori terbesar. Namun ironisnya, tingkat partisipasi tenaga kerja penyandang disabilitas masih jauh di bawah rata-rata populasi umum.

Salah satu hambatan utama yang diidentifikasi bukan hanya soal aksesibilitas fisik gedung kantor, tapi justru hambatan komunikasi. Banyak teman Tuli yang memiliki kualifikasi dan kemampuan kerja yang sangat mumpuni, namun kesulitan mendapatkan pekerjaan atau mengembangkan karier mereka karena lingkungan kerja tidak dilengkapi dengan fasilitas komunikasi yang memadai, termasuk keberadaan penerjemah bahasa isyarat atau rekan kerja yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas bahkan secara eksplisit mengamanatkan bahwa perusahaan dengan lebih dari 100 karyawan wajib mempekerjakan minimal 1% penyandang disabilitas dari total jumlah karyawannya. Namun regulasi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan budaya dan komunikasi di dalam perusahaan itu sendiri.

Mengapa Bahasa Isyarat Krusial untuk Inklusivitas di Tempat Kerja

  1. Membuka Akses Komunikasi yang Setara
    Inti dari lingkungan kerja yang inklusif adalah kesetaraan akses, termasuk akses dalam berkomunikasi. Ketika hanya satu pihak yang harus beradaptasi, maka inklusivitas itu palsu adanya. Dengan mempelajari bahasa isyarat, karyawan dengar turut menanggung beban adaptasi tersebut, menciptakan keseimbangan yang jauh lebih sehat dan bermartabat.
    Bayangkan sebuah rapat tim di mana seorang karyawan Tuli dapat berpartisipasi penuh karena rekan-rekannya memahami dasar-dasar BISINDO. Atau seorang supervisor yang bisa memberikan umpan balik langsung kepada karyawan Tulinya tanpa harus menunggu penerjemah. Situasi semacam ini bukan hanya efisien, tetapi juga membangun kepercayaan dan rasa dihargai yang mendalam.
  2. Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Tim
    Hambatan komunikasi yang tidak teratasi seringkali menjadi sumber pemborosan waktu dan potensi miskomunikasi yang berujung pada kesalahan kerja. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Deaf Studies and Deaf Education menunjukkan bahwa teman Tuli yang bekerja di lingkungan dengan aksesibilitas komunikasi yang baik menunjukkan tingkat produktivitas dan kepuasan kerja yang signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja di lingkungan tanpa dukungan tersebut.
    Ketika karyawan Tuli tidak perlu menghabiskan energi ekstra untuk “bertahan” dalam lingkungan komunikasi yang tidak ramah, mereka bisa mengalokasikan lebih banyak fokus dan kreativitas mereka pada pekerjaan itu sendiri. Hasilnya tentu menguntungkan semua pihak, termasuk perusahaan.
  3. Membangun Budaya Perusahaan yang Lebih Empati
    Proses belajar bahasa isyarat bukan hanya transfer keterampilan teknis. Ketika seorang karyawan dengar mau meluangkan waktu untuk mempelajari BISINDO, ada proses membangun empati dan pemahaman budaya Tuli yang terjadi secara bersamaan. Karyawan tersebut akan mulai memahami perspektif yang berbeda, belajar bersabar, dan menghargai cara berkomunikasi yang tidak bergantung pada suara.
    Nilai-nilai ini kemudian menyebar ke dalam DNA budaya perusahaan. Tim yang memiliki kemampuan berempati yang tinggi terbukti lebih kolaboratif, lebih inovatif dalam memecahkan masalah, dan memiliki tingkat retensi karyawan yang lebih baik.
Aplikasi dan teknologi pembelajaran BISINDO untuk mendukung inklusi di lingkungan kerja

Implementasi Nyata: Langkah Konkret Membangun Lingkungan Kerja Inklusif dengan Bahasa Isyarat

Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Karyawan
Langkah pertama dan paling fundamental adalah menyediakan akses pelatihan bahasa isyarat bagi seluruh karyawan, bukan hanya mereka yang langsung berinteraksi dengan rekan Tuli. Pelatihan ini idealnya dimulai dari dasar, mencakup abjad jari, kosakata kerja sehari-hari, dan frasa komunikasi umum yang relevan dengan konteks profesional.
Pelatihan tidak harus berat. Program bertingkat yang dimulai dari hal-hal praktis seperti cara menyapa, mengucapkan terima kasih, atau menanyakan kabar dalam bahasa isyarat sudah cukup untuk memulai perubahan budaya yang signifikan.

Penyediaan Penerjemah Bahasa Isyarat
Untuk rapat besar, presentasi, atau sesi pelatihan perusahaan, kehadiran juru bahasa isyarat yang tersertifikasi adalah suatu keharusan. Penerjemah ini tidak hanya memastikan akses informasi yang setara bagi karyawan Tuli, tapi juga menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan sungguh-sungguh berkomitmen pada inklusivitas.
Di Indonesia, lembaga seperti PUSBISINDO (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia) memiliki jejaring juru bahasa isyarat yang dapat dikontrak oleh perusahaan untuk kebutuhan semacam ini. Investasi dalam layanan ini jauh lebih kecil dibandingkan potensi kerugian akibat miskomunikasi atau kehilangan talenta berbakat dari komunitas Tuli.

Penyesuaian Alur Komunikasi Internal
Selain pelatihan dan penerjemah, perusahaan juga perlu meninjau ulang alur komunikasi internalnya. Beberapa penyesuaian praktis yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memastikan semua pengumuman penting tersedia dalam format tertulis atau visual, bukan hanya disampaikan secara lisan
  • Menggunakan platform komunikasi berbasis teks seperti Slack atau Microsoft Teams sebagai saluran utama, di samping rapat tatap muka
  • Memasang sistem notifikasi visual (lampu sinyal atau notifikasi layar) untuk menggantikan alarm suara di area kerja
  • Menyediakan subtitle atau transkrip untuk konten video yang digunakan dalam pelatihan internal
Kebijakan HR yang Berpihak pada Inklusi
Inklusi tidak bisa hanya bergantung pada goodwill individu karyawan. Diperlukan kebijakan HR yang secara eksplisit mendukung karyawan penyandang disabilitas, termasuk teman Tuli dan teman Wicara. Kebijakan ini mencakup proses rekrutmen yang aksesibel, kesempatan pengembangan karier yang setara, serta mekanisme pengaduan yang ramah bagi semua karyawan.

Dampak Positif bagi Perusahaan: Bukan Sekadar Altruisme

Seringkali inklusivitas dianggap sebagai “beban” atau “biaya tambahan” bagi perusahaan. Padahal, berbagai riset menunjukkan sebaliknya. Laporan dari Accenture berjudul Getting to Equal: The Disability Inclusion Advantage (2018) menemukan bahwa perusahaan yang secara aktif menginklusikan karyawan penyandang disabilitas rata-rata mencatatkan pendapatan lebih tinggi, laba bersih lebih besar, dan margin keuntungan ekonomi yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang tidak melakukannya.

Lebih dari itu, reputasi perusahaan sebagai tempat kerja yang inklusif menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial yang sangat memperhatikan nilai-nilai sosial perusahaan sebelum memutuskan bergabung. Di era perang talenta seperti sekarang, ini adalah keunggulan kompetitif yang nyata.

Peran Komunitas dan Teknologi dalam Mendukung Inklusi

Selain upaya internal perusahaan, dukungan dari komunitas Tuli dan perkembangan teknologi juga memainkan peran penting. Saat ini, sudah ada berbagai aplikasi pembelajaran bahasa isyarat yang bisa diakses secara mandiri, seperti platform video pembelajaran BISINDO yang dikembangkan oleh berbagai komunitas Tuli di Indonesia.

Teknologi pengenalan bahasa isyarat berbasis kecerdasan buatan (AI) juga tengah berkembang pesat. Beberapa startup teknologi mulai mengembangkan solusi penerjemahan bahasa isyarat real-time yang suatu hari nanti bisa menjadi alat bantu standar di ruang rapat perusahaan. Memeluk perkembangan teknologi ini sejak dini adalah pilihan cerdas bagi perusahaan yang ingin tetap relevan dan inklusif.

Komunitas Tuli sendiri juga memiliki peran besar dalam proses ini. Melibatkan anggota komunitas Tuli sebagai konsultan atau fasilitator dalam program inklusivitas perusahaan bukan hanya menghadirkan perspektif yang autentik, tapi juga menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi komunitas tersebut.

Karyawan Tuli berpartisipasi aktif dalam lingkungan kerja inklusif yang mendukung komunikasi bahasa isyarat

Tantangan yang Mungkin Dihadapi dan Cara Mengatasinya

Tentu saja, membangun lingkungan kerja yang inklusif tidak selalu mulus. Ada beberapa tantangan umum yang perlu diantisipasi:
Resistensi dari karyawan atau manajemen seringkali muncul karena kurangnya pemahaman atau ketakutan akan perubahan. Cara terbaik mengatasinya adalah dengan edukasi yang konsisten dan menampilkan kisah sukses nyata dari perusahaan lain yang telah berhasil menerapkan inklusi.

Keterbatasan anggaran bisa menjadi hambatan, terutama untuk perusahaan kecil dan menengah. Namun, banyak opsi pelatihan bahasa isyarat yang terjangkau tersedia, termasuk program kursus bertingkat yang bisa disesuaikan dengan kapasitas anggaran perusahaan.

Kesinambungan program juga sering menjadi tantangan. Banyak perusahaan memulai program inklusi dengan semangat tinggi, tapi kemudian mandek di tengah jalan. Kuncinya adalah menjadikan inklusi sebagai bagian dari nilai inti perusahaan, bukan sekadar program musiman.


Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi teman Tuli dan teman Wicara bukan hanya tentang memenuhi regulasi atau memenuhi kuota karyawan disabilitas. Ini adalah tentang membangun tempat kerja di mana setiap orang, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara penuh, berkembang, dan merasa dihargai. Bahasa isyarat, baik BISINDO maupun SIBI, adalah kunci dari pintu inklusivitas itu. Ketika lebih banyak orang mau membuka diri untuk mempelajarinya, hambatan komunikasi yang selama ini memisahkan komunitas Tuli dari dunia kerja formal akan semakin runtuh satu per satu.

Inklusivitas yang sejati memang membutuhkan usaha dan investasi, tapi dampaknya jauh melampaui nilai ekonomi semata. Perusahaan yang inklusif adalah perusahaan yang lebih manusiawi, lebih inovatif, dan lebih kuat menghadapi tantangan masa depan. Dan semua itu bisa dimulai dari satu langkah sederhana, yaitu mau belajar satu isyarat baru hari ini.

Kalau kamu terinspirasi dan ingin mulai perjalananmu belajar bahasa isyarat, atau kamu adalah seorang profesional HR yang ingin membekali tim kamu dengan keterampilan komunikasi inklusif ini, Telkom University Language Center (LaC) hadir sebagai tempat yang tepat untuk memulai. LaC menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Isyarat yang merupakan hasil kerja sama resmi dengan PUSBISINDO (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia) wilayah Jawa Barat, sebuah lembaga yang dikelola langsung oleh SDM Tuli dan bergerak di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan Bahasa Isyarat Indonesia. Program ini tersedia dalam tiga tingkatan, mulai dari dasar hingga mahir, dengan jadwal yang fleksibel (siang maupun sore, hari kerja maupun akhir pekan), bisa dilakukan secara online maupun offline, dan diajarkan langsung oleh Guru Tuli berpengalaman. Setiap peserta yang lulus juga akan mendapatkan e-sertifikat resmi.

Jangan tunda lagi untuk menjadi bagian dari perubahan yang nyata. Kunjungi halaman kursus Bahasa Isyarat Telkom University Language Center di: Pelatihan Bahasa Isyarat dan daftarkan dirimu sekarang. Karena belajar bahasa isyarat bukan hanya tentang berkomunikasi, tapi tentang memilih untuk menjadi bagian dari dunia yang lebih inklusif dan berempati.

Kunjungan Studi Banding Universitas Pertamina ke Telkom University Language Center (LaC)

Kunjungan Studi Banding Universitas Pertamina ke Telkom University Language Center (LaC)

Telkom University Language Center (LaC) menerima kunjungan studi banding dari Direktorat Pendidikan Universitas Pertamina pada Selasa, 4 Agustus 2026, dalam rangka mempelajari pengelolaan dan pengembangan Pusat Bahasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Pertamina dalam mengembangkan layanan resmi Pusat Bahasa dan Sertifikasi yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan akademik serta meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Studi Banding Direktorat Pendidikan Universitas Pertamina

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bagian Telkom University Language Center, Ibu Rika Yulianti, M.I.Kom. Selanjutnya, Bapak Bob Adyari, Ph.D., selaku Manajer Pengembangan Pendidikan Universitas Pertamina, menyampaikan tujuan kunjungan sekaligus harapan agar studi banding ini dapat memberikan wawasan dan referensi dalam pengembangan Pusat Bahasa di Universitas Pertamina.

Pada sesi diskusi, kedua institusi membahas berbagai aspek pengelolaan Pusat Bahasa, mulai dari strategi pengembangan layanan, tata kelola operasional, hingga peluang kolaborasi. Diskusi juga mencakup pengelolaan layanan kursus bahasa, penyelenggaraan tes kemampuan bahasa, pengembangan program pendukung, serta berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan Pusat Bahasa di lingkungan perguruan tinggi.

Studi Banding Direktorat Pendidikan Universitas Pertamina (2)

Selain itu, Telkom University Language Center turut memperkenalkan layanan English Proficiency Test (EPrT®) sebagai salah satu layanan unggulan. Dalam sesi ini dipaparkan mekanisme penyelenggaraan tes, pemanfaatan hasil EPrT® sebagai salah satu persyaratan akademik, serta perannya dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris peserta secara terstandar untuk mendukung kebutuhan studi, kelulusan, maupun pengembangan kompetensi.

Diskusi juga membahas strategi meningkatkan pemanfaatan layanan Pusat Bahasa melalui penguatan kolaborasi, pengembangan program yang inovatif, serta peningkatan kualitas layanan yang mampu menjawab kebutuhan sivitas akademika.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan tour untuk mengunjungi fasilitas yang dimiliki LaC, meliputi ruang kelas, lab bahasa, serta sarana pendukung penyelenggaraan kursus dan tes bahasa lainnya. Kegiatan studi banding ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih erat antara LaC dan Universitas Pertamina.

Sesi Tour Fasilitas Layanan LaC

Melalui semangat bertukar wawasan, dan menjajaki peluang kolaborasi, kedua lembaga diharapkan dapat bersama-sama mendukung pengembangan Pusat Bahasa yang berkualitas, serta mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan akademik dan dunia profesional.

LaC Selenggarakan Trial Akun Preparation IELTS Berbasis AI 

LaC Selenggarakan Trial Akun Preparation IELTS Berbasis AI 

Telkom University Language Center (LaC) menyelenggarakan kegiatan Trial Akun Preparation IELTS pada Senin, 3 Agustus 2026, secara onsite di Laboratorium Bahasa LaC. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi sivitas akademika Telkom University untuk mengenal dan mencoba secara langsung platform pembelajaran yang dirancang untuk mendukung persiapan menghadapi tes IELTS.

Melalui kegiatan trial ini, peserta dapat menggunakan akun Preparation IELTS sesuai dengan jenis akun yang telah dipilih sebelumnya pada saat pendaftaran. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai fitur pembelajaran dan latihan yang tersedia dalam platform, sehingga dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman belajar yang ditawarkan.

Kegiatan trial diikuti oleh lima peserta dari sivitas akademika Telkom University. Selama kegiatan berlangsung, peserta mencoba secara langsung berbagai fitur yang tersedia pada platform pembelajaran IELTS berbasis AI.

Trial Akun Prep IELTS

Platform tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dengan berbagai fitur yang dapat membantu peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi tes IELTS. Melalui pengalaman langsung ini, peserta dapat mengenali fitur-fitur pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan persiapan tes serta memahami bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar bahasa Inggris.

Trial Akun Prep IELTS (2)

Kegiatan Trial Akun Preparation IELTS juga menjadi bagian dari upaya LaC dalam memberikan akses dan pengalaman kepada sivitas akademika untuk mengenal berbagai alternatif pembelajaran yang dapat mendukung peningkatan kompetensi bahasa Inggris.
Melalui kegiatan ini, LaC berharap peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat sekaligus mengenal lebih jauh penggunaan platform berbasis AI dalam persiapan tes IELTS.

Bagi pengguna layanan yang belum berkesempatan mengikuti trial, pantau terus informasi Trial Akun Preparation IELTS berikutnya dan jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung platform belajar IELTS berbasis AI bersama LaC.

Menjadi Moderator Rapat Riset yang Efektif dengan Standar Bahasa Inggris Akademik

Menjadi Moderator Rapat Riset yang Efektif dengan Standar Bahasa Inggris Akademik

Menjadi moderator rapat riset dalam bahasa Inggris akademik adalah tantangan yang lebih kompleks dari yang terlihat di permukaan. Bukan hanya soal membuka dan menutup rapat, seorang moderator yang efektif harus mampu mengarahkan diskusi, menjaga fokus pembicaraan, mengelola perbedaan pendapat, dan memastikan setiap peserta mendapat kesempatan untuk berkontribusi, semua itu dilakukan dalam bahasa Inggris yang runtut, sopan, dan profesional. Bagi peneliti dan akademisi Indonesia yang terbiasa berdiskusi dalam bahasa Indonesia, beralih ke bahasa Inggris dalam konteks rapat riset formal tentu membutuhkan persiapan tersendiri.

Yang sering kali kurang disadari adalah bahwa peran moderator bukan peran pasif. Moderator bukan hanya “pembawa acara” yang sekadar membacakan susunan agenda. Dalam sebuah research meeting, moderator adalah pengendali ritme diskusi. Ketika satu peserta terlalu mendominasi pembicaraan, moderator yang harus mengalihkan giliran bicara. Ketika diskusi mulai melebar ke topik yang tidak relevan, moderator yang harus membawa percakapan kembali ke jalurnya. Ketika ada kebuntuan pendapat, moderator yang bertugas mencairkan suasana dan mendorong solusi. Semua fungsi ini membutuhkan penguasaan ekspresi bahasa Inggris yang tepat dan kepercayaan diri yang solid.

Artikel ini hadir sebagai panduan praktis bagi kamu, baik mahasiswa pascasarjana, dosen muda, maupun peneliti yang sedang membangun karier di dunia akademik, yang ingin meningkatkan kemampuan memimpin rapat riset menggunakan bahasa Inggris standar akademik. Di sini kamu akan menemukan struktur rapat yang ideal, ekspresi bahasa Inggris yang siap pakai untuk setiap situasi, hingga tips mengelola dinamika peserta yang beragam. Yuk, kita mulai.

Daftar Isi:

Memahami Peran Moderator dalam Research Meeting

Seorang moderator akademik memimpin rapat riset dalam bahasa Inggris di ruang konferensi universitas modern
Sebelum berbicara soal ekspresi bahasa Inggris, penting untuk memahami dulu apa yang sebenarnya diharapkan dari seorang moderator dalam konteks rapat riset. Dalam literatur komunikasi akademik, peran ini sering disebut sebagai chair atau facilitator, dan tanggung jawabnya mencakup tiga fungsi utama.

Fungsi pertama adalah fungsi prosedural. Moderator bertanggung jawab memastikan rapat berjalan sesuai agenda, dimulai dan diakhiri tepat waktu, serta setiap poin agenda mendapat perhatian yang proporsional. Ini adalah fungsi paling dasar, tapi sering kali yang paling diabaikan ketika moderator tidak terbiasa mengelola waktu secara aktif.

Fungsi kedua adalah fungsi fasilitatif. Ini adalah inti dari peran moderator. Di sinilah moderator bertugas mendorong partisipasi semua peserta, memastikan tidak ada suara yang tertindas, dan membantu kelompok mencapai pemahaman bersama. Dalam konteks riset, ini berarti memastikan semua perspektif metodologis dan temuan mendapat ruang untuk dibahas.

Fungsi ketiga adalah fungsi diplomatik. Rapat riset sering kali mempertemukan peneliti dengan sudut pandang berbeda, bahkan berlawanan. Moderator harus mampu mengelola perbedaan ini secara konstruktif, bukan menghindari konflik, tapi mengarahkannya menjadi diskusi yang produktif.

Struktur Rapat Riset yang Ideal

Peserta research meeting berdiskusi aktif dengan moderator yang mengarahkan jalannya percakapan secara profesional
Agar bisa memimpin rapat dengan baik, seorang moderator perlu memahami struktur rapat riset yang lazim digunakan dalam konteks akademik internasional. Secara umum, rapat riset terdiri dari lima tahapan berikut.
a. Opening the Meeting
Tahap pembukaan adalah kesempatan pertama moderator untuk menetapkan nada dan ekspektasi rapat. Di sinilah kamu sebagai moderator memperkenalkan diri jika diperlukan, menyambut peserta, dan memaparkan agenda secara singkat.
Ekspresi yang bisa digunakan:

“Good morning, everyone. Shall we get started?”
“Welcome to today’s research meeting. I’d like to thank you all for being here.”
“Let me briefly go over today’s agenda before we begin.”
“We have about two hours today, so I’d like us to stay focused and on track.”

Hindari pembukaan yang terlalu panjang. Peserta rapat sudah tahu mereka ada di sana untuk apa, jadi sampaikan yang perlu saja dan segera masuk ke inti agenda.

b. Managing the Discussion
Inilah bagian terpanjang dan paling menuntut dari tugas moderator. Dalam tahap ini, kamu harus mampu mengelola berbagai dinamika: memberi giliran bicara, merangkum poin penting, mengajukan pertanyaan klarifikasi, dan menjaga diskusi tetap relevan.

  1. Memberi giliran bicara:
    • I’d like to hear from Dr. Chen on this point. Dr. Chen, what’s your take?”
    • “We haven’t heard from everyone yet. [Name], would you like to add anything?”
    • “Let’s give the floor to…”
  2. Menghentikan pembicara yang terlalu mendominasi (secara sopan):
    • “Thank you for that insight. Let’s see if others have something to add.”
    • “That’s a valuable point. I’d like to open this up to the group now.”
    • “We should probably move on to ensure we cover everything on the agenda.”
  3. Meminta klarifikasi:
    • “Could you elaborate on what you mean by…?”
    • “I want to make sure we all understand this correctly. Are you saying that…?”
    • “Could you give us an example to illustrate that point?”
  4. Merangkum poin diskusi:
    • “So, if I understand correctly, the main concern here is…”
    • “Let me summarize what we’ve discussed so far before we move on.”
    • “It seems like the group agrees on X, but there’s still some debate around Y.”
3. Handling Disagreements
Dalam rapat riset, perbedaan pendapat adalah hal yang sehat dan bahkan diharapkan. Namun moderator perlu memastikan bahwa perbedaan ini dikelola dengan konstruktif, tidak berubah menjadi konfrontasi pribadi.
Ekspresi yang berguna:
  • “I can see there are different perspectives here. Let’s try to understand both sides.”
  • “Both points are valid. Perhaps we can find some common ground?”
  • “It seems we have a fundamental disagreement on this. Shall we table this for now and revisit it later?”
  • “I appreciate the passion here, but let’s keep our discussion focused on the data.”
Kunci dalam mengelola perbedaan adalah tetap netral. Sebagai moderator, tugasmu bukan memihak salah satu sudut pandang, melainkan memastikan semua sudut pandang didengar dengan adil.

4. Keeping the Meeting on Track
Salah satu tantangan terbesar dalam memimpin rapat adalah mencegah diskusi melebar terlalu jauh dari topik. Ini sering terjadi dalam rapat riset di mana satu temuan menarik bisa memicu diskusi panjang yang akhirnya memakan seluruh waktu rapat.
Ekspresi untuk mengembalikan fokus diskusi:

  • “That’s an interesting point, but it might be beyond the scope of today’s agenda. Perhaps we can address it in a follow-up meeting?”
  • “I’d like to bring us back to the main topic, which is…”
  • “We’re running a bit short on time. Let’s focus on the key issue here.”
  • “Let’s park that idea for now and come back to it if time allows.”
Ungkapan “let’s park that idea” adalah ekspresi yang sangat umum digunakan dalam rapat profesional berbahasa Inggris. Ini cara yang sopan untuk mengatakan bahwa sebuah poin diakui tapi ditunda pembahasannya.

5. Closing the Meeting
Penutupan rapat yang baik tidak kalah pentingnya dengan pembukaan yang kuat. Di tahap ini, moderator merangkum keputusan yang telah dicapai, menetapkan langkah selanjutnya, dan mengucapkan terima kasih kepada semua peserta.
Ekspresi yang bisa digunakan:

  • “Before we wrap up, let me summarize the key decisions we’ve made today.”
  • “We’ve covered a lot of ground today. Here are the action items going forward…”
  • “Could someone confirm the minutes before our next meeting?”
  • “Thank you all for your contributions. I think we’ve had a very productive session.”
  • “Our next meeting will be on [date]. Please come prepared with…”

Keterampilan Tambahan yang Wajib Dimiliki Moderator

Selain penguasaan ekspresi bahasa Inggris, ada beberapa keterampilan non-linguistik yang sama pentingnya untuk menjadi moderator rapat riset yang efektif.
Kemampuan Mendengar Aktif
Active listening bukan sekadar mendengar kata-kata yang diucapkan peserta. Ini adalah kemampuan untuk menangkap maksud di balik kata-kata tersebut, memperhatikan nada, memahami konteks, dan merespons dengan tepat. Moderator yang baik selalu terlihat fokus dan terlibat, bahkan ketika orang lain yang sedang berbicara.

Kemampuan Membaca Dinamika Ruangan
Setiap rapat punya dinamikanya sendiri. Ada peserta yang antusias berbicara, ada yang pemalu, ada yang frustrasi karena pendapatnya tidak didengar, ada yang justru kehilangan fokus. Moderator yang efektif mampu “membaca” suasana ruangan dan menyesuaikan pendekatannya sesuai kebutuhan.

Fleksibilitas dalam Menghadapi Perubahan
Rapat riset jarang berjalan persis sesuai rencana. Bisa saja ada temuan baru yang perlu dibahas mendalam, atau ada peserta kunci yang terlambat, atau teknologi yang bermasalah. Moderator yang baik mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan kendali atas jalannya rapat.

Menggunakan Bahasa yang Inklusif dan Profesional
Satu hal yang sering luput dari perhatian adalah pentingnya menggunakan bahasa yang inklusif dalam rapat akademik internasional. Ini berarti menghindari asumsi berbasis gender, budaya, atau latar belakang, serta memastikan semua peserta merasa dihargai dan dilibatkan.
Contoh penggunaan bahasa inklusif:

  • Ganti “he or she” dengan “they” ketika merujuk ke seseorang secara umum.
  • Hindari lelucon atau referensi budaya yang spesifik dan tidak semua orang pahami.
  • Gunakan sapaan netral seperti “everyone” atau “colleagues” daripada “guys”.
  • Akui kontribusi setiap peserta dengan eksplisit, misalnya “That’s a great point, [Name].”
Bahasa yang inklusif bukan hanya soal sopan santun, tapi juga soal membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan rapat yang aman bagi semua peserta untuk berbicara.
Tampilan agenda rapat riset akademik berbahasa Inggris di layar proyektor dalam suasana meeting formal

Tips Praktis Sebelum Memimpin Rapat

Persiapan sebelum rapat sama pentingnya dengan performa saat rapat berlangsung. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan sebelum memimpin research meeting dalam bahasa Inggris.

Pertama, pelajari agenda dan topik yang akan dibahas dengan baik. Kamu tidak harus menjadi ahli di semua bidang yang didiskusikan, tapi kamu perlu cukup paham untuk bisa mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengarahkan diskusi.

Kedua, siapkan daftar ekspresi kunci yang ingin kamu gunakan. Jika kamu masih dalam tahap membangun kepercayaan diri, tidak ada salahnya menyiapkan catatan kecil berisi ekspresi-ekspresi penting sebagai pengingat. Seiring waktu, ekspresi ini akan terasa lebih natural.

Ketiga, kenali profil peserta rapat. Siapa yang paling berpengalaman? Siapa yang mungkin perlu lebih banyak dorongan untuk berbicara? Siapa yang cenderung mendominasi? Dengan mengenal peserta, kamu bisa lebih siap mengelola dinamika rapat secara proaktif.


Menjadi moderator rapat riset yang efektif dalam bahasa Inggris adalah keterampilan yang bisa dipelajari, dilatih, dan terus disempurnakan. Dengan memahami peran moderator secara menyeluruh, menguasai struktur rapat yang baik, dan mempraktikkan ekspresi bahasa Inggris akademik yang tepat, kamu akan semakin percaya diri dalam memimpin diskusi riset di berbagai forum, baik lokal maupun internasional. Yang terpenting, jangan takut untuk mulai, karena kemampuan ini hanya berkembang melalui pengalaman nyata.

Jika kamu merasa perlu bimbingan yang lebih sistematis untuk menguasai bahasa Inggris dalam konteks research meeting, Telkom University Language Center (LAC) menyediakan program English for Research Meeting yang dirancang khusus untuk kebutuhan ini. Program ini terdiri dari 20 sesi dengan instruktur penutur asli dan pakar bahasa Inggris, mencakup topik seperti memimpin rapat, presentasi, hingga pencatatan notulen. Tersedia dalam format online maupun offline, dengan jumlah peserta maksimal lima orang per kelas agar setiap peserta mendapat perhatian dan umpan balik yang personal dan intensif.

Jangan tunda lagi kesempatan untuk berkembang. Kunjungi program English for Research Meeting di laman resmi Telkom University Language Center dan jadilah moderator rapat riset yang tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tapi juga mampu memimpin diskusi akademik dengan percaya diri, profesional, dan berdampak nyata bagi komunitas risetmu.

Mengenal HTML: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kode Praktis

Mengenal HTML: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kode Praktis

Di dunia yang serba digital ini, hampir semua yang kita lakukan sehari-hari melibatkan teknologi dan internet. Namun, pernahkah Anda berpikir tentang elemen dasar yang membangun website yang Anda kunjungi setiap hari? Salah satu fondasi terpenting dari website adalah HTML. Tanpa HTML, tampilan dan struktur website tidak akan terbentuk dengan baik. HTML, atau HyperText Markup Language, bukan sekadar istilah teknis belaka, melainkan bahasa yang menghidupkan dan menyusun setiap halaman web yang kita nikmati.

Memahami kekuatan dan fungsi HTML dapat menjadi kunci untuk membuka potensi di dunia pengembangan web. Dengan HTML, pengembang dapat membuat struktur dasar halaman dan mempermudah penataan konten agar lebih menarik dan informatif. Bayangkan sebuah dunia di mana Anda dapat mengubah ide menjadi kenyataan digital hanya dengan memahami dan menerapkan beberapa baris kode HTML! Apakah Anda siap untuk mengenal lebih dalam tentang HTML dan menemukan keajaiban dibaliknya? Blog ini akan menuntun Anda melalui konsep dasar, fungsi, serta contoh kode praktis yang akan mendorong Anda untuk mulai berkreasi di dunia web.