Sebagai salah satu penilaian dari Pemeringkatan Webometrics adalah tidak adanya Double Account yang dimiliki oleh dosen dengan nama yang sama dan afiliasi yang sama. Misalkan seorang dosen bernama Aminah memiliki dua akun Google Scholar dengan afiliasi Telkom University namun akun tersebut menggunakan email yang berbeda, yaitu email pribadi dengan nama aminah@gmail.com dan aminah@telkomuniversity.ac.id, maka hal tersebut tidak diperbolehkan dan dapat mempengaruhi penilaian serta pemeringkatan Webometrics. Sehingga solusinya perlu dilakukan penghapusan untuk salah satu akun. Dan disarankan agar akun Google Scholar menggunakan email SSO GAFE (@telkomuniversity.ac.id).
Untuk tata cara menghapus akun Google Scholar dapat mengikuti panduan berikut ini:
[pdf-embedder url=”https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2020/11/Panduan-Menghapus-Akun-Google-Scholar.pdf” title=”Panduan Menghapus Akun Google Scholar”]
Namun bagaimana jika kedua akun tersebut masih dipergunakan?
Untuk sementara, selama masa penilaian pemeringkatan Webometrics (Bulan Juni-Juli dan Bulan November Desember) akun yang menggunakan email selain SSO GAFE dapat dilakukan UNPUBLIC dengan mengikuti langkah-langkah pada posting sebelumnya di link https://it.telkomuniversity.ac.id/blog/panduan-kelola-afiliasi-google-scholar/
Baca Juga Panduan Google Scholar lain :
- Panduan Migrasi Akun Google Scholar
- Menonaktifkan Auto Update Artikel pada Akun Google Scholar
- Menambah dan Mengganti Nama Author pada Akun Google Scholar
- Mendaftar Google Scholar untuk Mahasiswa
- Menghapus Akun Google Scholar untuk Mahasiswa
- Menghapus Artikel Milik Orang Lain pada Akun Google Scholar
- Memperbaiki Artikel Duplicate dan Bertanda * pada Google Scholar
- Mendaftar Akun Google Scholar
- Menghapus Akun Google Scholar
- Panduan Kelola Afiliasi Google Scholar







![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)