[vc_row][vc_column][vc_column_text]
Panduan Adobe E-Sign sebagai Pemohon
- Terdapat 5 menu pada Adobe E-Sign, yaitu Home, Send, Manage, Reports, dan Account
- Pertama yang akan kita lakukan adalah, proses meminta tanda tangan pada sebuah dokumen
- Klik menu Send
- Kamu bisa memilih akan mengirimkan dokumen satu-persatu (dikirim ke penerima pertama, kemudian dikirim ke penerima kedua, dst), atau secara sekaligus (langsung dikirim ke penerimapertama, penerima kedua, dst). Geser ikon switch untuk mengubah cara pengiriman dokumen. Pada video panduan ini, akan ditunjukkan cara untuk mengirim dokumen secara satu-persatu
- Pada bagian recipient, masukkan email dari penerima dokumen tersebut
- Jika penerima dokumen adalah orang yang harus menandatangani dokumen, maka pada ikon pulpen, pilih role sebagai signer. Jika penerima dokumen adalah orang yang tugasnya hanya mengapprove dokumen, pilih role sebagai approver. Pada video ini, penerima pertama akan berperan sebagai signer.
- Pilih metode untuk verifikasi dokumen dengan menekan ikon berikut. Kemudian pilih metode verifikasi (menggunakan email, password, atau KBA). Penerima pertama akan kita pilih verifikasi menggunakan email.
- Khusus untuk verifikasi via KBA (Knowledge Based Authentication) hanya tersedia untuk US (United States)
- Selanjutnya, masukkan email penerima kedua. Penerima kedua akan berperan sebagai approver
- Untuk approver, kita akan memilih cara verifikasi yang berbeda dengan penerima pertama. Kita akan menggunakan password untuk verifikasi
- Masukkan password yang akan digunakan. Kemudian klik tombol ok
- Langkah selanjutnya adalah mengunggah dokumen yang ingin dikirim ke penerima. Masukkan nama dokumen, pesan, dan dokumennya.
- Untuk menambahkan dokumen, klik tombol Add file
- Klik checkbox untuk menambahkan preview dan signature field. Hal ini diperlukan agar kita bisa mengatur posisi field tanda tangan
- Jika semuanya sudah terisi, klik tombol next
- Tunggu hingga proses selesai
- Jika proses sudah selesai, maka dokumen akan muncul seperti gambar diatas
- Pada bagian recipients, kita bisa memilih siapa yang akan menerima dokumen (signer dan approver)
- Masukkan signature field yang dibutuhkan kedalam dokumen yang akan ditandatangani dan disapprove
- Jika sudah menambahkan Signature Field, klik tombol Send
- Setelah klik tombol send, dokumen akan terkirim ke email penerima pertama (pada panduan ini adalah signer)
- Untuk melihat progress dokumen, Anda dapat melihat pada menu manage
Untuk lebih jelasnya mengenai Panduan Adobe E-Sign sebagai Pemohon ini, anda dapat mengikuti video tutorial Panduan Adobe E-Sign sebagai Pemohon.

Demikian Panduan Adobe E-Sign sebagai Pemohon. Untuk selanjutnya, anda juga bisa membaca Panduan Adobe E-Sign sebagai Signer dan Approver.
Semoga bermanfaat. Terima kasih.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)