Setiap operator website sebaiknya mengetahui bahwa website yang ditangani telah bermanfaat atau belum bagi orang lain. Hal tersebut bisa diukur melalui salah satu komponen SEO, yaitu backlink.
Backlink terbaik diukur dari banyaknya backlink dari website-website yang memiliki sumber IP Address berbeda-beda, disebutnya sebagai Backlink Referring subnets.
Untuk mengetahui berapa jumlah subnet yang mengarah ke website kita sebagai backlink, dapat diketahui dengan menggunakan tools Majestic.
Login ke majestic
Akses web majestic.com
Kemudian akses ke tools explorer https://majestic.com/reports/site-explorer-search
Silakan minta username dan password ke tiket servicedesk PuTI (khusus operator website dari pegawai/dosen).
Masukkan domain yang akan di ukur

Contoh: it.telkomuniversity.ac.id
Kemudian pilih tab “Historic”
Lalu klik icon lensa
Nanti akan didapatkan URL seperti ini https://majestic.com/reports/site-explorer?q=it.telkomuniversity.ac.id&oq=it.telkomuniversity.ac.id&IndexDataSource=H
Kita bisa edit langsung subdomain di URL jika ingin cek subdomain lainnya.
Lihat laporan subnet

Lihat pada bagian “Reffering Subnets” Historic
Historic artinya backlink beda subnet yang sudah tercatat lebih dari 14 hari, sedangkan Fresh artinya backlink baru kurang dari 14 hari.
Backlink fresh nantinya bisa berkurang kembali, karena bisa jadi dihapus oleh para pemilik website. Sedangkan historic benar-benar data rekaman permanen.
Catat data subnet di excel onedrive
Pencatatan ini bermanfaat agar kita mengetahui pertumbuhan ataupun penurunan backlink website kita.
Excel Onedrive bisa diakses di https://www.office.com/?auth=2 menggunakan account SSO username@telkomuniversity.ac.id








![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)
info yang sangat bermanfaat. semoga tetap senantiasa memberikan informasi yang bermanfaat agar bisa bermanfaat untuk sekitar
sepertinya backlink masih menjadi salah satu faktor utama penentu sebuah website dalam meraih posisi dalam search engine
ya betul, backlink lah yang membantu website mu tampil di halaman pertama search engine
sepertinya backlink masih menjadi salah satu faktor utama penentu sebuah website dalam meraih posisi dalam search engine
ya search engine masih mempertimbangkan backlink sebagai referensi mutu sebuah website
Selain pakai Majestic bisa pakai apa lagi tuh?
ahrefs
Kak apa ada cara mudah dan mandiri atau aplikasi gratis mencari backlink selain di ahrefs dan semrush yang berbayar?
kalau yang gratis kurang berkualitas
sekarang bisa juga pakai ubbersugest, tp tergantung seleera