Pendahuluan
UserWay adalah plugin aksesibilitas untuk WordPress yang membantu pengunjung disabilitas memakai website dengan lebih mudah. Plugin ini menambahkan fitur seperti pengatur kontras, pembesar teks, navigasi keyboard dan alat baca layar. UserWay mengikuti standar WCAG sehingga Anda bisa meningkatkan aksesibilitas tanpa mengubah struktur website. Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) adalah pedoman aksesibilitas web yang digunakan secara luas oleh berbagai organisasi. WCAG memberikan aturan agar konten web dapat diakses dan digunakan oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Mengapa Harus Menggunakan Plugin UserWay?
Penggunaan plugin UserWay tentunya akan sangat membantu user dengan kebutuhan khusus. Plugin ini dapat mendukung:
- Meningkatkan aksesibilitas website WordPress
- Tidak mengubah struktur website
- Mendukung Unit Layanan Disabilitas Telkom University untuk mewujudkan kampus inklusif
Catatan Teknis
Berikut ini merupakan catatan teknis terkait plugin UserWay untuk website WordPress:
- Plugin bekerja hampir disemua tema WordPress
- Tidak mengubah desain utama website
- Memerlukan koneksi internet saat aktivasi pertama
Panduan Konfigurasi Plugin

Pada menu Plugins, pilih Add Plugins. Kemudian, ketikkan UserWay pada bagian search. Akan muncul plugin UserWay seperti pada gambar. Kemudian, klik Install Now. Setelah instalasi berhasil, klik tombol Activate

Masukkan email dan kata sandi yang ingin digunakan untuk login

Klik toggle button menjadi On untuk mengaktifkan widget

Lakukan konfigurasi widget seperti mengubah icon, mengganti warna, pengaturan posisi tombol, dan lain-lain

Jika konfigurasi widget telah selesai, klik tombol Save Setting

Jika pengaturan sudah tersimpan, maka akan muncul icon UserWay pada website Anda (pada gambar di kiri bawah)
Penutup
Kemudahan dalam mengakses website untuk semua kalangan tentunya menjadi tujuan kita bersama. Dengan menggunakan plugin UserWay, kita selangkah lebih maju untuk mendukung peningkatan aksesibilitas website-website Telkom University. Yuk instal sekarang!






![Apakah Anda merasa website atau blog Anda terasa lambat saat diakses? Salah satu penyebab utama kecepatan loading website yang rendah adalah ukuran file gambar yang terlalu besar. Banyak pemilik website menginginkan visual yang tajam dan jernih, namun sering kali melupakan dampak negatif dari file gambar berukuran megabyte (MB) terhadap performa situs. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa optimasi gambar itu penting dan bagaimana cara mengompres ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan. Mengapa Ukuran Gambar Sangat Penting bagi Website? Bayangkan browser Anda adalah seorang pelanggan di sebuah kafe. Jika Anda memesan segelas air mineral (gambar ukuran kecil), pelayan akan membawakannya dengan cepat [01:08]. Namun, jika Anda memesan satu galon air (gambar ukuran besar), pelayan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkannya ke meja Anda [01:27]. Analogi ini menjelaskan bahwa semakin besar ukuran file gambar, semakin berat beban browser untuk memuat halaman website Anda. Hal ini dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda karena tidak sabar menunggu. Tutorial Cara Kompres Gambar secara Online Anda tidak memerlukan software desain yang rumit untuk mengecilkan ukuran gambar. Anda bisa menggunakan berbagai tools gratis yang tersedia di internet. Berikut langkah-langkahnya: Cari Alat Kompresi di Google: Masukkan kata kunci seperti "image compress" di mesin pencari [01:47]. Anda akan menemukan banyak pilihan situs web yang bisa mengompres format JPG, PNG, hingga SVG. Upload Gambar: Pilih gambar yang ingin dikompres. Sebagai contoh, sebuah gambar berukuran 2,33 MB dapat dikompres secara signifikan [02:18]. Proses Kompresi: Setelah diunggah, alat tersebut akan bekerja otomatis. Dalam simulasi video, gambar 2 MB berhasil menyusut hingga 720 KB saja [02:51]. Cek Kualitas Gambar: Meskipun ukurannya berkurang drastis, kualitas visualnya sering kali tetap terjaga. Anda tetap bisa mendapatkan gambar yang jernih dan tajam saat di-zoom [03:24]. Lakukan Kompresi Berulang (Opsional): Jika ukuran masih dirasa besar, Anda bisa mencoba mengompresnya kembali. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ukuran pada kompresi kedua biasanya tidak akan sedrastis yang pertama [04:48]. Berapa Ukuran Ideal Gambar untuk Website? Banyak ahli SEO dan Google menyarankan agar ukuran gambar berada di bawah 200 KB [05:46]. Namun, Anda tidak harus terpaku secara kaku pada angka tersebut. Tips Praktis: Selama hasil kompresi tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah (pixelated), Anda bisa terus mengompresnya [06:03]. Jika sudah mencapai titik di mana kualitas mulai menurun drastis, berhentilah di ukuran tersebut. Jangan memaksakan ukuran kecil jika harus mengorbankan estetika website Anda [06:30]. Kesimpulan Optimasi gambar adalah langkah sederhana namun krusial dalam SEO teknis. Dengan mengecilkan ukuran file gambar, website Anda akan menjadi lebih ringan, akses pengunjung menjadi lebih cepat, dan peringkat Anda di mesin pencari berpotensi meningkat. Segera cek website Anda, unduh gambar-gambar yang terlalu besar, kompres, dan upload kembali untuk performa yang lebih maksimal! [06:57]](https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_52-255x255.png)

