Metaverse: Arti, Sejarah, Cara Kerja, Jenis dan Contohnya

Metaverse adalah istilah yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam industri teknologi dan hiburan. Konsep ini merujuk pada dunia virtual yang terhubung secara digital, dimana pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan, objek, dan satu sama lain melalui avatar digital mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu metaverse, sejarah perkembangannya, bagaimana cara kerjanya, serta teknologi yang digunakan dalam dunia metaverse.

Apa Itu Metaverse?

Secara sederhana, metaverse adalah dunia virtual tiga dimensi yang terhubung secara digital, di mana individu dapat berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain menggunakan avatar mereka. Pengertian metaverse tidak hanya terbatas pada game atau dunia maya, tetapi juga melibatkan berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, hiburan, dan pendidikan.

Dunia metaverse memungkinkan pengguna untuk bekerja, berbelanja, bermain, bahkan bertemu dengan orang lain dalam ruang digital yang imersif. Platform metaverse sering kali menggabungkan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) untuk menciptakan pengalaman yang lebih realistis dan menyeluruh.

Metaverse adalah
Metaverse adalah

Arti Metaverse

Metaverse adalah dunia virtual berbentuk 3D yang luas dan dapat diakses menggunakan augmented dan virtual reality. Kemunculkan metaverse semakin membuming semenjak terjadinya COVID-19, dan saat ini banyak perusahaan besar seperti Microsoft dan Nike yang berlomba-lomba memasuki pasar metaverse. Arti metaverse juga dapat dipahami sebagai sebuah evolusi dari internet, di mana ruang digital bukan hanya sebagai tempat untuk mendapatkan informasi, namun juga sebagai dunia yang dapat dijelajahi dan dihuni. Dalam metaverse, pengalaman pengguna menjadi lebih interaktif dan imersif, sehingga perbedaan antara dunia fisik dan virtual semakin kabur.

Sejarah Perkembangan Metaverse di Dunia

Sejarah perkembangan metaverse berawal dari ide yang diperkenalkan dalam novel fiksi ilmiah Snow Crash karya Neal Stephenson pada tahun 1992. pada novel tersebut, metaverse digambarkan sebagai dunia virtual yang diakses memakai perangkat VR. Konsep ini menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan dunia virtual di dunia nyata.

Pada awal 2000-an, platform pertama yang mirip dengan konsep metaverse mulai bermunculan, salah satunya adalah Second Life, yang memungkinkan pengguna untuk membuat avatar, berinteraksi dengan dunia virtual, dan melakukan transaksi ekonomi dalam dunia digital. Namun, meskipun menarik, platform-platform tersebut tidak berhasil mencapai popularitas mainstream.

Pada 2010-an, teknologi VR dan AR mulai berkembang pesat, membuka jalan bagi kemunculan platform-platform metaverse modern seperti Decentraland dan The Sandbox. Kemajuan teknologi blockchain juga memberikan dorongan besar bagi metaverse, memungkinkan adanya aset digital seperti Non-Fungible Token (NFT) yang dapat digunakan dalam dunia virtual.

Seiring dengan semakin populernya konsep metaverse, beberapa perusahaan besar seperti Facebook (sekarang Meta) dan Microsoft mulai berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan platform metaverse mereka sendiri. Dengan demikian, metaverse kini menjadi salah satu topik utama dalam diskusi mengenai masa depan internet dan teknologi.

Cara Kerja Metaverse

Bagaimana cara kerja metaverse? Metaverse bekerja dengan menggabungkan berbagai teknologi untuk menciptakan dunia virtual yang terhubung secara digital. Berikut adalah beberapa teknologi utama yang digunakan dalam metaverse:

  1. Virtual Reality (VR): Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memasuki dunia virtual melalui headset dan perangkat lain yang memberikan pengalaman imersif. VR mengubah ruang fisik menjadi dunia digital yang dapat dijelajahi oleh pengguna.
  2. Augmented Reality (AR): AR adalah teknologi yang menggabungkan elemen-elemen digital dengan dunia nyata, seperti yang terlihat pada aplikasi peta atau permainan Pokémon Go. Di dalam metaverse, AR digunakan untuk memperkaya pengalaman pengguna dengan menampilkan elemen digital di dunia fisik.
  3. Blockchain: Blockchain adalah teknologi yang mendasari banyak platform metaverse. Blockchain digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi di dunia virtual, termasuk pembelian dan penjualan aset digital. Dengan blockchain, pengguna dapat memiliki kepemilikan yang jelas atas barang-barang digital, seperti tanah virtual, pakaian avatar, atau seni digital dalam bentuk NFT.
  4. Non-Fungible Token (NFT): NFT adalah aset digital unik yang dapat diperdagangkan dalam metaverse. Misalnya, seorang pengguna dapat membeli tanah virtual dalam Decentraland atau item langka dalam game berbasis metaverse. NFT memberikan jaminan kepemilikan atas barang-barang digital tersebut.

Perbedaan Antara Metaverse dengan Multiverse

Sebelum kita menyelami lebih dalam mengenai jenis dan contoh metaverse populer, penting untuk memahami perbedaan antara metaverse dan multiverse.

  • Metaverse merujuk pada satu global virtual yg terhubung secara digital dan imersif. Pengguna bisa berinteraksi satu sama lain di dalamnya, melakukan transaksi, serta bahkan membangun konten baru.
  • Multiverse, di sisi lain, adalah konsep yang mencakup banyak dunia virtual yang independen satu sama lain, tetapi bisa saling terhubung. Jadi, sementara metaverse berfokus pada satu dunia virtual besar, multiverse melibatkan banyak dunia yang bisa dijelajahi oleh pengguna.

Jenis dan Contoh Metaverse Populer

Saat ini, ada beberapa platform dan dunia metaverse yang sudah terkenal di kalangan pengguna. Berikut adalah beberapa contoh metaverse populer yang sering digunakan oleh masyarakat global:

  1. Decentraland
    Decentraland adalah salah satu platform metaverse yang memungkinkan pengguna membeli tanah virtual, membangun bangunan, dan berinteraksi dengan pengguna lain. Dengan menggunakan NFT, pengguna bisa memiliki aset digital di dunia ini.
  2. The Sandbox
    The Sandbox adalah dunia virtual berbasis game yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan memonetisasi aset digital mereka. Pengguna dapat membuat pengalaman berbasis game, menjual item digital, dan berinteraksi dengan sesama pengguna.
  3. Roblox
    Roblox adalah platform game yang sangat populer di kalangan anak muda. Di dalam Roblox, pengguna dapat membuat game mereka sendiri dan berinteraksi dengan pengguna lain dalam dunia virtual yang mereka ciptakan.
  4. Meta (Facebook Horizon)
    Setelah mengubah nama perusahaan menjadi Meta, Facebook telah mengembangkan platform metaverse mereka sendiri, yaitu Horizon. Platform ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dalam dunia virtual menggunakan avatar, serta menjelajahi berbagai ruang sosial.
  5. Somnium Space
    Somnium Space adalah platform metaverse yang memungkinkan pengguna untuk membeli tanah virtual, membangun ruang, dan mengadakan acara virtual. Dengan menggunakan VR, pengalaman di dunia Somnium Space terasa lebih imersif.
  6. Second Life
    Meskipun tidak sepopuler dulu, Second Life masih menjadi salah satu platform metaverse pertama yang memungkinkan pengguna untuk membuat avatar, berinteraksi, dan melakukan berbagai aktivitas sosial.

Apa Manfaat Metaverse bagi Masyarakat?

Apa manfaat metaverse bagi masyarakat? Metaverse memiliki banyak potensi untuk mengubah cara kita bekerja, berinteraksi, dan berkreasi. Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Pendidikan: Metaverse memungkinkan pengalaman belajar yang lebih imersif serta interaktif. Dengan menggunakan VR dan AR, siswa dapat menjelajahi dunia baru atau mempelajari topik-topik yang sulit dipahami dalam dunia nyata, seperti eksperimen laboratorium atau perjalanan ke luar angkasa.
  • Ekonomi Digital: Metaverse membangun peluang baru pada ekonomi digital. Pengguna dapat berbisnis di dunia virtual, membeli dan menjual aset digital, serta memperoleh pendapatan melalui kreasi dan interaksi mereka.
  • Pekerjaan Jarak Jauh: Metaverse membuka kemungkinan untuk bekerja di dunia virtual, mengadakan pertemuan bisnis, dan kolaborasi tanpa batasan jarak fisik. Ini akan semakin relevan dengan tren bekerja dari rumah yang semakin berkembang.
  • Sosialisasi dan Hiburan: Metaverse memberikan platform bagi orang-orang untuk berinteraksi secara sosial, berpartisipasi dalam konser virtual, bermain game bersama, atau bahkan bertemu teman baru. Ini menciptakan dunia yang lebih inklusif dan dinamis untuk semua orang.

Kesimpulan

Metaverse adalah konsep yang berkembang pesat dan memiliki potensi besar untuk mengubah berbagai aspek kehidupan kita. Dengan menggabungkan teknologi seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), Blockchain, dan NFT, metaverse menawarkan pengalaman yang lebih imersif dan interaktif di dunia digital. Seiring dengan perkembangan teknologi, metaverse akan terus menawarkan peluang baru dalam bidang pendidikan, pekerjaan, hiburan, dan ekonomi. Kita mungkin berada di ambang revolusi baru dalam dunia digital yang dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat secara keseluruhan.

Apakah Anda tertarik untuk menjelajahi dunia metaverse? Atau ingin mengetahui lebih banyak tentang teknologi yang ada di dalamnya? Dunia virtual ini menunggu untuk dijelajahi!

Referensi

Dwivedi, Y. K., Hughes, L., Baabdullah, A. M., Ribeiro-Navarrete, S., Giannakis, M., Al-Debei, M. T., Dennehy, D., Metri, B., Buhalis, D., Cheung, C. M. K., Conboy, K., Doyle, R., Dubey, R., Dutot, V., Felix, R., Goyal, D. P., Gustafsson, A., Hinsch, C., Jebabli, I., Janssen, M., … Fosso Wamba, S. (2022).

Metaverse beyond the hype: Multidisciplinary perspectives on emerging challenges, opportunities, and agenda for research, practice, and policy. International Journal of Information Management, 66, 102542.

meilinaeka
meilinaeka

Meilina is a graduate of Telkom University with a major in Telecommunication Technology, now focusing her career in Digital Marketing and Search Engine Optimization (SEO). She has experience in structured planning, data analysis, and is interested in combining technology with marketing. Meilina leverages her expertise to drive digital growth and optimize online presence across industries.

Articles: 635

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Direktorat Pusat Teknologi Informasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Secret Link