Network Incident Response (NIR), serta jenis-jenisnya yang membantu melindungi jaringan komputer dan sistem informasi dari serangan keamanan. Temukan bagaimana NIR bekerja dalam deteksi, respons, pemulihan, dan perbaikan pasca-insiden untuk meningkatkan tingkat keamanan secara keseluruhan.
Pengertian Network Incident Response
NIR adalah singkatan dari Network Incident Response. NIR adalah proses yang melibatkan pengelolaan dan penanganan insiden keamanan yang terjadi dalam jaringan komputer. Ini mencakup aktivitas identifikasi, pemantauan, deteksi, respons, dan pemulihan terhadap insiden yang dapat mengancam integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan jaringan.
Pada dasarnya, Network Incident Response bertujuan untuk merespons dan mengatasi insiden keamanan secara efektif, dengan tujuan utama untuk melindungi jaringan dan sistem dari ancaman dan serangan berbahaya.

Fungsi Network Incident Response
Fungsi utama Network Incident Response (NIR) adalah untuk melindungi jaringan komputer dan sistem informasi dari serangan keamanan serta merespons dengan cepat dan efektif terhadap insiden yang terjadi. Berikut adalah beberapa fungsi penting dari Network Incident Response
Deteksi dan Pemantauan
NIR bertugas untuk secara aktif memantau jaringan dan sistem untuk mendeteksi indikasi adanya insiden keamanan. Mereka menggunakan alat dan teknologi canggih untuk memonitor aktivitas jaringan dan mengidentifikasi pola atau tanda-tanda yang mencurigakan.
Respons Cepat
Setelah insiden terdeteksi, tim NIR harus merespons dengan cepat. Mereka harus memiliki rencana respons darurat yang terstruktur dan teruji untuk menghentikan serangan, membatasi kerusakan, dan melindungi aset yang terancam.
Investigasi dan Analisis
Tim NIR melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden untuk memahami sumber, penyebab, dan dampaknya. Mereka menggunakan metode analisis forensik dan alat-alat khusus untuk mengumpulkan bukti digital, mengidentifikasi celah keamanan, dan mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab.
Pemulihan dan Pemantauan
Setelah insiden berhasil ditangani, langkah-langkah pemulihan dilakukan untuk mengembalikan jaringan ke kondisi normal. Tim NIR memastikan bahwa sistem telah dibersihkan dari malware atau ancaman lainnya. Mereka juga terus memantau jaringan untuk mendeteksi potensi insiden baru dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Peningkatan Keamanan
Tim NIR juga bertanggung jawab untuk menganalisis dan mengevaluasi celah keamanan yang diekspos selama insiden. Mereka merekomendasikan langkah-langkah perbaikan dan perubahan dalam infrastruktur dan kebijakan keamanan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Pelaporan dan Koordinasi
Tim NIR harus melakukan pelaporan yang tepat tentang insiden kepada pihak yang berwenang, termasuk manajemen perusahaan, tim keamanan, dan pihak eksternal jika diperlukan. Mereka juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan internal dan eksternal yang terlibat dalam penanganan insiden.
Fungsi-fungsi tersebut membantu organisasi untuk merespons dengan cepat terhadap insiden keamanan, meminimalkan kerugian, melindungi aset penting, dan meningkatkan tingkat keamanan secara keseluruhan.
Kelebihan dan Kekurangan Network Incident Response
Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan dari Network Incident Response
Kelebihan Network Incident Response
Berikut ini merupakan kelebihan dari Network Incident Response
Deteksi Dini
Incident Response memungkinkan deteksi dini terhadap serangan dan insiden keamanan. Dengan pemantauan yang aktif dan teknologi canggih, tim Incident Response dapat mendeteksi tanda-tanda serangan lebih awal, sehingga memungkinkan respons yang cepat dan mengurangi potensi kerugian.
Respons Cepat
Kelebihan utama dari Incident Response adalah kemampuannya untuk merespons dengan cepat terhadap insiden keamanan. Tim Incident Response dilatih dan memiliki rencana respons darurat yang terstruktur, memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan segera dan membatasi dampak insiden.
Pengurangan Downtime
Dalam situasi insiden keamanan, downtime atau waktu henti operasional dapat menyebabkan kerugian bisnis yang signifikan. Melalui Incident Response yang efektif, waktu henti dapat dikurangi dengan memulihkan sistem dan jaringan lebih cepat, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap bisnis.
Kekurangan Network Incident Response
Berikut ini merupakan kekurangan dari Network Incident Response
Biaya
Menerapkan tim dan infrastruktur Incident Response yang efektif dapat melibatkan biaya yang signifikan. Organisasi perlu mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk melatih tim, memperbarui teknologi keamanan, dan memperoleh alat dan sistem yang diperlukan untuk mendukung respons insiden.
Keterbatasan Sumber Daya
Tidak semua organisasi memiliki sumber daya yang cukup untuk memiliki tim Incident Response internal yang lengkap. Terutama untuk organisasi yang lebih kecil, menyediakan tim internal yang terspesialisasi dapat menjadi tantangan. Dalam kasus ini, organisasi mungkin perlu bergantung pada penyedia layanan eksternal, yang juga dapat mempengaruhi waktu respons.
Ketergantungan pada Kerjasama Pihak Ketiga
Dalam beberapa situasi, respons insiden mungkin melibatkan kerjasama dengan pihak ketiga, seperti penyedia layanan cloud atau mitra bisnis. Ketergantungan pada pihak ketiga ini dapat menambah kompleksitas proses respons dan meningkatkan waktu yang diperlukan untuk berkoordinasi dan berkomunikasi.
Jenis Jenis Network Incident Response
Berikut adalah beberapa jenis-jenis Network Incident Response yang umum digunakan dalam praktik keamanan jaringan:
Preparation and Planning (Persiapan dan Perencanaan)
Tahap ini melibatkan pengembangan kebijakan keamanan, prosedur respons insiden, dan perencanaan pemulihan setelah insiden. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa organisasi memiliki strategi yang terstruktur dan terdokumentasi untuk menghadapi dan menangani insiden keamanan.
Detection and Analysis (Deteksi dan Analisis)
Tahap ini melibatkan pemantauan jaringan dan sistem untuk mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan atau serangan. Tim respons insiden akan menganalisis data yang terkumpul, memeriksa log keamanan, dan mengidentifikasi kemungkinan insiden keamanan yang sedang berlangsung.
Containment and Eradication (Pembatasan dan Pemberantasan)
Setelah insiden terdeteksi, langkah-langkah harus diambil untuk membatasi dampak insiden dan mencegah penyebarannya lebih lanjut. Tim respons insiden akan mengidentifikasi dan memblokir sumber serangan, menghapus malware atau akses yang tidak sah, serta mengamankan sistem yang terkena dampak.
Recovery and Restoration (Pemulihan dan Pemulihan)
Setelah insiden diatasi, tahap pemulihan dimulai. Tim respons insiden akan memulihkan sistem dan jaringan yang terkena dampak, mengembalikan data yang hilang atau rusak, dan memulihkan operasional normal. Hal ini melibatkan pemulihan dari cadangan yang ada dan pengujian untuk memastikan bahwa sistem telah sepenuhnya pulih.
Lessons Learned and Improvement (Pelajaran yang Dipetik dan Perbaikan)
Setelah insiden ditangani, evaluasi pasca-insiden dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam kebijakan, prosedur, atau infrastruktur keamanan yang dapat diperbaiki. Hasil evaluasi ini digunakan untuk meningkatkan keamanan dan menghindari insiden serupa di masa depan.
Setiap jenis Network Incident Response ini merupakan langkah penting dalam mengatasi insiden keamanan jaringan dan meminimalkan dampak yang mungkin terjadi. Tim respons insiden perlu mengikuti prosedur yang tepat sesuai dengan keadaan insiden yang terjadi.
Penulis : Hassan Rizky Putra Sailellah | Editor : Meilina Eka Ayuningtyas