Webometrics

Sejarah Pemeringkatan Webometrics: Evolusi dari Masa ke Masa

Dalam era digitalisasi pendidikan, visibilitas sebuah institusi di dunia digital menjadi cerminan kualitas dan kontribusi ilmiahnya. Salah satu sistem pemeringkatan yang paling konsisten memantau hal ini adalah Webometrics.

Apa itu Webometrics?

Webometrics atau Ranking Web of Universities adalah sistem pemeringkatan institusi perguruan tinggi dunia yang menilai institusi berdasarkan aktivitas akademik, visibilitas global, dan dampak publikasi perguruan tinggi melalui kehadirannya di media digital.

Berbeda dengan pemeringkatan lain, Webometrics menggunakan indikator webometrik dan bibliometrik untuk mengukur dampak yang dihasilkan oleh suatu institusi bagi masyarakat luas.

Kehadiran Webometrics tidak hanya menilai berdasarkan kuliatas website atau popularitas trafik semata. Tujuan utamanya adalah mendorong perguruan tinggi dalam mepromosikan akses terbuka (Open Access) terhadap pengetahuan yang dihasilkan noleh perguruan tinggi, baik berupa hasil penelitian maupun kegiatan akademiknya, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, Webometrics juga menjadi alat evaluasi bagi institusi untuk mengukur kualitas dan daya saing perguruan tinggi berdasarkan kinerja akademik dan visibilitas digitalnya dibandingkan dengan institusi lain di tingkat nasional maupun global.

Sejarah Pemeringkatan Webometrics

Sejarah Pemeringkatan Webometrics
Perkembangan Webometrics dari Masa ke Masa

2004 – 2011

Webometrics diinisiasi sejak tahun 2004 oleh Isidro F. Aguillo bersama tim Cybermetrics Lab, sebuah grup riset di bawah naungan Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Spanyol.

Pada masa tersebut, internet mulai menjadi sarana penting untuk berbagi informasi dan hasil penelitian. Webometrics hadir untuk melengkapi sistem pemeringkatan yang sudah ada, karena banyak pemeringkatan sebelumnya lebih berfokus pada perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Eropa.

Sejak awal, Webometrics berupaya menilai puluhan ribu perguruan tinggi di seluruh dunia secara objektif dengan memanfaatkan sumber data dari Google/Yahoo/Bing serta Google Scholar.

Pada masa tersebut, platform yang digunakan untuk mendistribusikan hasil pemeringkatan Webometrics setiap periodenya melalui webometrics.info. Metodologi penilaian Webometrics dilakukan melalui 4 indikator, diantaranya:

  • Size (S)
  • Visibility (V)
  • Rich Files (R)
  • Scholar (Sc)

2012 – 2020

Pada tahun 2012 hingga 2020, Webometrics melakukan perubahan signifikan pada metodologi pemeringkatannya untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kinerja perguruan tinggi di era digital.

Metodologi penilaian pada periode ini terdiri dari 4 indikator utama:

  • Presence (5%)
  • Visibility (50%)
  • Transparency atau Openness (10%)
  • Excellence (35%)

Untuk mendukung proses penilaian, Webometrics memanfaatkan berbagai sumber data terpercaya, seperti:

  • Ahrefs dan Majestic untuk mengukur visibilitas website
  • Google Scholar untuk menilai keterbukaan publikasi akademik
  • Scimago untuk mengukur dampak dan kualitas penelitian

2021 – 2024

Sedikit berbeda dari periode sebelumnya, Webometrics kembali menyempurnakan metodologi pemeringkatannya agar lebih fokus pada dampak akademik dan kualitas penelitian yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

Salah satu perubahan penting pada periode ini adalah dihapuskannya indikator Presence, sehingga penilaian tidak lagi mempertimbangkan jumlah halaman website yang dimiliki institusi. Namun tidak terjadi perubahan pada sumber data yang digunakan.

Hal ini juga mengubah persentase penilaian terhadap indikator yang digunakan. Metodologi pada periode ini terdiri dari tiga indikator utama, yaitu:

  • Visibility/Impact (50%)
  • Excellence (40%)
  • Transparency/Openness (10%)

Perubahan ini menunjukkan bahwa Webometrics semakin menekankan kualitas dibandingkan kuantitas konten website.

2025 – Sekarang

Webometrics tetap mempertahankan metodologi pemeringkatannya seperti periode sebelumnya dengan berfokus pada penilaian kualitas, dampak, dan keterbukaan informasi akademik.

Namun, perbaikan dilakukan terhadap sumber data yang digunakan. Pada indikator Transparency/Openness, Webometrics melakukan perubahan penting dengan beralih dari Google Scholar ke OpenAlex sebagai sumber data utama.

OpenAlex merupakan basis data akademik terbuka yang menyediakan informasi publikasi ilmiah, penulis, institusi, dan sitasi secara lebih luas dan terintegrasi. Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan keberlanjutan proses pengumpulan data akademik.

Selain perubahan sumber data, mulai periode ini Webometrics tidak lagi memanfaatkan webometrics.info sebagai sebagai platform publikasi dan penyajian data pemeringkatan, melainkan beralih ke platform figshare.com. Hal tersebut juga didukung oleh pernyataan resmi dari Isidro F. Agullio yang diumumkan di platform X Januari 2026.

Pada figshare.com, akses terbatas (Limited Access) terhadap data pemeringkatan Webometrics secara global. Hanya peringkat pertama dari masing-masing negara yang diumumkan secara terbuka.

Baca juga: Kampus Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Januari 2026

Metodologi Pemeringkatan Webometrics

Berdasarkan data terbaru yang dilansir melalui figshare.com, Webometrics menggunakan tiga indikator utama dalam metodologi penilaian Webometrics:

Indikator
Makna
Bobot
Deskripsi
Visibility Dampak konten50%Diukur dari jumlah tautan eksternal (backlink) unik yang merujuk ke domain universitas. Mencerminkan pengaruh dan reputasi konten institusi di mata pihak luar.
Excellence Publikasi yang paling banyak disitasi 40%Diukur dari jumlah artikel ilmiah yang masuk dalam 10% teratas yang paling banyak dikutip pada 27 disiplin ilmu selama periode 2020–2024.
OpennessTotal sitasi 10%Diukur dari jumlah sitasi selama periode 2021–2025 untuk institusi yang memiliki pengenal (identifier) RoR.

Kesimpulan

Evolusi Webometrics hingga saat ini menunjukkan upaya Webometrics untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ekosistem ilmiah digital. Dengan memanfaatkan sumber data yang lebih terbuka dan modern, pemeringkatan ini tidak hanya menjadi alat ukur visibilitas web perguruan tinggi, tetapi juga sarana untuk menilai kualitas penelitian, keterbukaan akses ilmiah, dan daya saing institusi di tingkat global.

Referensi

Cybermetrics Lab. (2026). Ranking Web of Universities (webometrics.info): January 2026 edition [Preprint]. Figshare. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.31132501

FAQ

1. Apa perbedaan utama antara Webometrics dengan sistem pemeringkatan lainnya seperti QS atau THE?

Jawaban:

Perbedaan utamanya terletak pada basis penilaian. Jika pemeringkatan lain banyak menggunakan survei reputasi kualitatif, Webometrics berfokus pada indikator webometrik dan bibliometrik. Webometrics menilai sejauh mana sebuah institusi mendigitalisasi hasil risetnya dan seberapa besar dampak konten tersebut bagi masyarakat global melalui akses terbuka (Open Access).

2. Mengapa indikator “Visibility” memiliki bobot paling besar (50%) dalam penilaian?

Jawaban:

Indikator Visibility atau Impact memiliki bobot terbesar karena mencerminkan pengakuan pihak luar terhadap konten yang dihasilkan universitas. Jumlah tautan eksternal (backlinks) yang merujuk ke domain universitas dianggap sebagai bukti bahwa informasi, riset, atau materi akademik yang dipublikasikan institusi tersebut bermanfaat dan menjadi rujukan bagi institusi atau individu lain di seluruh dunia.

3. Bagaimana cara mendapatkan data pemeringkatan Webometrics terbaru?

Jawaban:

Edisi terbaru pemeringkatan Webometrics dipublikasikan melalui figshare.com dan dapat diunduh oleh publik. Namun, data yang tersedia secara terbuka umumnya hanya menampilkan institusi yang berada pada peringkat pertama di masing-masing negara.

Untuk memperoleh data yang lebih lengkap, termasuk informasi institusi lain di luar peringkat pertama, data indikator rinci, atau dataset pemeringkatan yang lebih mendalam, institusi perlu mengajukan permintaan dan memperoleh data tersebut secara resmi kepada Isidro F. Aguillo yang diperoleh melalui jalur resmi berbayar.

Penulis: Bertha Nathalia C. P | Editor: Dian Eka Fitriani

berthanath@student.telkomuniversity.ac.id
berthanath@student.telkomuniversity.ac.id
Articles: 1

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *