Bagaimana Peran ERP Guna Mendukung UMKM di Indonesia

UMKM saat ini memiliki peran utama dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia karena jumlah nya yang tergolong besar. Untuk membantu pertumbuhan ekonomi tentu perlu peran ERP guna Mendukung UMKM di Indonesia

Latar belakang UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan utama dalam pertumbuhan Ekonomi di Indonesia (Hafsah, 2004). Menurut data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2021, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai angka 1,2 juta (BPS, 2021). Angka ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan di tahun 2022 nanti. Hal ini membuktikan bahwa UMKM memang memegang peranan penting pada pertumbuhan perekonomian nasional, terbukti saat ini Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mampu melakukan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar di Indonesia. Namun nyatanya peran UMKM dalam mendukurng pertumbuhan ekonomi nasional tak luput dari adanya hambatan dan permasalahan. Dibutuhkan strategi dalam menyelesaikan hambatan oleh para pelaku usaha UMKM dapat terus mendukung perekonomian negara (Suryani, 2021).

Keterpurukan UMKM Indonesia di Era Pandemi Covid 19

Era Pandemi Covid 19 menimbulkan berbagai dampak pada seluruh sektor usaha khusus nya sektor perekonomian. Di era Pandemi Covid 19 banyak para pelaku usaha yang mengalami keterpurukan di sektor ekonomi bisnisnya . Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  menjadi salah satu sektor yang berdampak pada Pandemi Covid 19. Adanya krisis perekonomian ini diakibatkan menurunnya daya beli masyarakat yang berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM di Indonesia. Berbagai permasalahan pun timbul akibat adanya krisis ekonomi ini seperti rendahnya daya beli konsumen, distribusi yang terhambat, pekerjaan yang cenderung lambat dan lainnya. Krisis ekonomi yang dialami UMKM di era Pandemi Covid 19 tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi pertumbuhan perekonomian nasional, terlebih UMKM di gadang gadang menjadi penggerak ekonomi nasional terhadap penyerap tenaga kerja. UMKM tengah menghadapi penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan. Dari adanya permasalahan tersebut perlu adanya suatu inovasi bisnis terbaru untuk menyelamatkan UMKM di masa pandemik. Langkah inovasi yang tepat diimplementasi yaitu pemanfaatan inovasi teknologi digital dalam menjalankan suatu proses bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan adanya inovasi teknologi digital ini diharapkan mampu meningkatkan persaingan bisnis, perbaikan sistem informasi kea rah digitalisasi serta pengelolaan proses bisnis yang lebih baik lagi. Inovasi teknologi dinilai dapat menjadi solusi dari keterpurukan UMKM di masa pandemic Covid 19.

Hambatan dan permasalahan UMKM Indonesia

Meskipun memiliki prospek yang cukup bagus dan potensi yang besar dalam membantu perekonomian nasiaonal para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga dikenal memiliki berbagai permasalahan dan hambatan dalam pengelolaan proses bisnis. Selain keterpurukan pada masa pandemic Covid 19, beberapa permasalahan krusial yang paling sering dialami oleh pelaku UMKM yaitu kurangnya inovasi teknologi kearah digitalisasi dan keterbatasan modal. Dua Permasalahan ini menjadi penghambant utama UMKM untuk melakukan proses bisnis nya berjalan lebih baik. Hambatan UMKM untuk dapat “Go Online” dan masih berkutat dengan pemasaran konvensional dan pencatatan pembukuan yang masih manual merupakan dampak dari kurang nya inovasi teknologi dan modal yang dimiliki para pelaku UMKM saat ini. Dengan pengelolaan binis yang masih manual serta kurang nya inovasi teknologi akan sulit bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Oleh karena itu diperlukan suatu sitem yang dapat mempercepat, mengintegrasi dan mengotomatisasi suatu proses bisnis menjadi lebih ramping dalam satu kesatuan sitem.

Manfaat ERP di Era Society 5.0

Hadir nya era society 5.0 tentu memberikan tantangan dan peluang baru bagi para pelaku  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Era Society 5.0 menerapkan konsep dimana seluruh manusia diharapkan mampu menyelesaikan seluruh tantangan dan pekerjaan menggunakan teknologi, sehingga manusia menjadi bagian dari teknologi tersebut. Konsep society 5.0 menjadikan manusia sebagai sumber inovasi, di mana tidak hanya terbatas untuk faktor manufaktur atau industri tetapi juga memecahkan masalah sosial dengan bantuan integrasi ruang fisik dan virtual (Nastiti & Abdu, 2020 dalam Windra, 2022 ). Konsep Society 5.0 pertama kali dicetuskan oleh Negara Jepang pada 21 Januari 2019. Munculnya era Society 5.0 tentunya perlu diimbangi dengan persiapan strategi inovasi teknologi kearah digitalisasi Dengan adanya persaingan bisnis yang kian meningkat sangat penting bagi UMKM Indonesia untuk memiliki sistem yang dapat di andalkan yang mampu untul menjalankan proses bisnis perusahaan secara otomatis. UMKM dituntut memiliki sistem yang dapat saling terintegrasi antar divisi dan real time agar mampu bersaing dengan perusahaan perusahaan lain.

Apa itu ERP

Enterprise Resource Planning (ERP) adalah  salah satu aplikasi yang membuat seluruh proses bisis perusahaan mudah untuk dijalani. ERP telah banyak di gunakan dan diimplementasikan di perusahaan perusahaan besar. Namun implementasi sistem ERP ini masih sangat minim digunakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Software ERP dinilai dapat menyatukan seluruh divisi dan management yang ada di suatu perusahaan ke dalam satu paket aplikasi secara otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi waktu dan mempercepat proses bisnis. Permasalahannya yaitu pengimplementasian ERP hanya banyak dinikmasi oleh perusahaan manufaktur berskala besar karena biaya implementasi yang terkenal cukup besar. ERP merupakan system yang sangat powerful tak heran bila dalam pengimplementasiannya memerlukan biaya yang cukup besar. Meski demikian, ERP nyatanya sangat bermanfaat untuk kebutuhan bisnis jangka panjang.

Manfaat ERP untuk UMKM Indonesia

ERP penting diterapkan oleh UMKM karena membantu dalam melakukan proses pencatatan yang otomatis, meliputi pencatatan stok barang, inventaris, penjualan, pembelian, dan pencatatan pada jurnal umum serta laporan akuntansi yang lain. ERP memberikan kemudahan bagi UMKM karena mampu mengontrol laporan penjualan hingga stok barang dengan secara integrated, automatic dan real time. Manfaat yang didapatkan bila suatu perusahaan mengimplementasi sistem ini antara lain proses pencatatan database menjadi lebih mudah dan otomatis terhubung dengan modul inventaris, memotong biaya oprasional, meminimalkan manual report, laporan dapat dilihat secara online, data transaksi penjualan dan pembelian terkelola dengan lebih detail, pelaporan akuntansi menjadi lebih mudah karena otomatis terhubung dengan modul penjualan dan pembelian.

Konsep Mini ERP Sistem untuk UMKM Indonesia

Tetapi sangat disayangkan, sejauh ini masih banyak UMKM masih enggan mengimplementasi solusi ERP ini karena biaya implementasinya mahal. Namun biaya tersebut tentu sebanding dengan hasil jangka Panjang yang akan didapatkan. Konsep implementasi ERP yang berfokus pada kebutuhan khusus perusahaan UMKM saja sangat cocok untuk diterapkan. Selain melakukan custom modul modul pada Enterprise Resource Planning (ERP) yang menyesuaikan kebutuhan UMKM, ERP juga bisa di develop ulang dengan sistem Mini ERP. Dengan Fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan utama perusahaan UMKM meliputi Penjualan, Pembelian, Stock Management, Laporan Akuntansi harapanya sitem ERP ini dapat mereduksi biaya implementasi yang besar. Melalui pembahasan implementasi ERP pada UMKM ini diharapkan dapat menjadi suatu pengetahuan dan inovasi tekknologi terbaru kepada pelaku-pelaku UMKM lainnya untuk dapat mengimplementasi sistem ERP untuk pengelolaan proses bisnis.

Sumber :

  • Wibisono, S. (2005, September). Retrieved from Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume X, No. 3 : https://media.neliti.com/media/publications/243209-none-ee3ceac8.pdf
meilinaeka
meilinaeka

Meilina is a graduate of Telkom University with a major in Telecommunication Technology, now focusing her career in Digital Marketing and Search Engine Optimization (SEO). She has experience in structured planning, data analysis, and is interested in combining technology with marketing. Meilina leverages her expertise to drive digital growth and optimize online presence across industries.

Articles: 635

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Direktorat Pusat Teknologi Informasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Secret Link