Di era transformasi digital, kebutuhan akan desain antarmuka yang menarik semakin meningkat. Oleh karena itu, berbagai perusahaan mulai memanfaatkan Figma sebagai alat utama dalam merancang produk digital. Figma tidak hanya memudahkan proses desain, tetapi juga meningkatkan kolaborasi tim secara real-time.
Salah satu penerapan Figma dapat ditemukan pada penelitian pengembangan Virtual Expo Interaktif di PT Indocement Tunggal Prakarsa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Figma berhasil digunakan untuk merancang pengalaman pengguna yang interaktif dan mudah dipahami dalam sebuah platform pameran virtual (Rahhman et al., 2024).
Apa Itu Figma?
Figma adalah aplikasi desain berbasis cloud yang digunakan untuk membuat User Interface (UI) dan User Experience (UX). Platform ini memungkinkan desainer, developer, dan stakeholder bekerja bersama dalam satu proyek secara langsung.
Berbeda dengan perangkat lunak desain konvensional, Figma dapat diakses melalui browser maupun aplikasi desktop. Selain itu, seluruh perubahan dapat dilihat secara real-time oleh anggota tim lainnya.
Menurut Rahhman et al. (2024), Figma merupakan software yang memungkinkan pengguna bekerja secara kolaboratif dalam mendesain tampilan secara real-time melalui internet. Selain itu, platform ini dapat digunakan pada sistem operasi Windows maupun macOS.
Baca Juga : Mengenal HTML: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kode Praktis
Peran Figma dalam Desain UI dan UX
UI dan UX merupakan dua elemen penting dalam pengembangan produk digital. UI berfokus pada tampilan visual, sedangkan UX berfokus pada pengalaman pengguna saat menggunakan produk.
Desain UI/UX yang baik harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna. Jika kebutuhan tersebut diabaikan, aplikasi berpotensi memiliki fitur yang tidak diperlukan dan membingungkan pengguna. Akibatnya, pengguna dapat beralih ke platform lain yang lebih sederhana (Rahhman et al., 2024).
Melalui Figma, proses perancangan UI dan UX menjadi lebih efisien. Desainer dapat membuat wireframe, mockup, hingga prototype dalam satu platform yang sama. Dengan demikian, proses validasi desain dapat dilakukan sebelum tahap pengembangan dimulai.
Keunggulan Figma untuk Tim Digital
Kolaborasi Real-Time
Salah satu alasan utama popularitas Figma adalah kemampuannya mendukung kolaborasi secara langsung. Tim desain, developer, dan klien dapat bekerja pada file yang sama tanpa perlu bertukar dokumen secara manual.
Akibatnya, proses revisi menjadi lebih cepat dan komunikasi proyek berjalan lebih efektif.
Mudah Diakses dari Berbagai Perangkat
Karena berbasis cloud, Figma dapat digunakan kapan saja dan di mana saja selama terhubung dengan internet. Fleksibilitas ini membantu meningkatkan produktivitas tim yang bekerja secara hybrid maupun remote.
Prototyping yang Interaktif
Figma memungkinkan pengguna membuat prototype interaktif tanpa perlu menulis kode. Oleh karena itu, pengujian alur aplikasi dapat dilakukan lebih awal sebelum produk dikembangkan secara penuh.
Efisiensi dalam Pengembangan Produk
Menurut Rahhman et al. (2024), Figma memiliki kemampuan untuk membuat prototype dan mockup dengan cepat. Selain itu, proses kolaborasi dapat dilakukan secara bersamaan sehingga mempercepat pengembangan produk digital.
Penerapan Figma pada Pengembangan Virtual Expo
Penerapan Figma dalam pengembangan Virtual Expo Interaktif di PT Indocement Tunggal Prakarsa menjadi contoh nyata bagaimana desain UI/UX dapat meningkatkan kualitas layanan digital.
Dalam penelitian tersebut, pengembangan dilakukan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari tahap Initialization, Blueprint Design, Asset Preparation, Product Development, serta Testing and Validation (Rahhman et al., 2024).
Pada tahap Blueprint Design, Figma digunakan untuk merancang berbagai tampilan antarmuka, antara lain:
- Splash Screen
- Menu Utama
- Pemilihan Karakter
- Ruang Lobi
- Ruang Produk
- Ruang Distribusi
- Ruang Promosi
- Ruang Customer Service
Melalui proses tersebut, kebutuhan pengguna dapat divisualisasikan lebih awal sehingga pengembangan produk menjadi lebih terarah.
Dampak Figma terhadap Pengalaman Pengguna
Desain yang baik mampu meningkatkan kenyamanan pengguna saat berinteraksi dengan sebuah platform digital. Dalam proyek Virtual Expo Interaktif, seluruh tampilan dirancang agar mudah dipahami dan menarik bagi pengguna.
Hasil pengujian menggunakan System Usability Scale (SUS) memperoleh skor rata-rata 68. Nilai tersebut masuk dalam kategori “Okay” dengan Grade C berdasarkan interpretasi SUS (Rahhman et al., 2024).
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan desain berbasis UI/UX yang dikembangkan menggunakan Figma mampu memberikan pengalaman pengguna yang cukup baik serta mendukung aksesibilitas platform.
Mengapa Figma Tetap Relevan di Masa Depan?
Transformasi digital terus mendorong kebutuhan akan desain produk yang berorientasi pada pengguna. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan tools yang mampu mendukung kolaborasi, efisiensi, dan inovasi.
Figma hadir sebagai solusi yang memenuhi kebutuhan tersebut. Selain mudah digunakan, platform ini juga mendukung berbagai tahapan desain mulai dari wireframe hingga prototype interaktif.
Tidak mengherankan jika Figma menjadi salah satu tools desain yang paling banyak digunakan oleh startup, institusi pendidikan, dan perusahaan besar di berbagai sektor industri.
FAQ
1. Apa fungsi utama Figma dalam desain UI/UX?
Figma digunakan untuk merancang antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX), mulai dari wireframe, mockup, hingga prototype interaktif dalam satu platform yang terintegrasi (Rahhman et al., 2024).
2. Mengapa Figma banyak digunakan oleh tim pengembang digital?
Figma menawarkan fitur kolaborasi real-time yang memungkinkan seluruh anggota tim bekerja pada file yang sama secara bersamaan. Dengan demikian, proses revisi dan pengembangan produk menjadi lebih cepat dan efisien.
3. Bagaimana penerapan Figma dalam pengembangan Virtual Expo?
Pada proyek Virtual Expo Interaktif PT Indocement Tunggal Prakarsa, Figma digunakan untuk merancang berbagai tampilan antarmuka seperti menu utama, ruang produk, ruang distribusi, ruang promosi, dan customer service sebelum masuk ke tahap pengembangan aplikasi (Rahhman et al., 2024).
Kesimpulan
Figma telah menjadi salah satu tools desain UI/UX paling populer karena kemampuannya dalam mendukung kolaborasi, pembuatan prototype, dan pengembangan desain secara efisien. Studi kasus pengembangan Virtual Expo Interaktif di PT Indocement Tunggal Prakarsa membuktikan bahwa Figma mampu membantu menghasilkan desain yang interaktif, mudah dipahami, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Figma menjadi pilihan yang tepat bagi individu maupun perusahaan yang ingin menciptakan produk digital berkualitas tinggi serta memberikan pengalaman pengguna yang optimal.
Daftar Pustaka
Rahhman, S. S., Roedavan, R., & Pratondo, A. (2024). Pengembangan Virtual Expo Interaktif Berbasis UI/UX Dengan Figma Di PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS), 1(1), 8–12.
Penulis : Ziyadatunni’mah









