Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi pendidikan, bisnis, maupun pemerintahan untuk menghadirkan layanan digital yang mudah digunakan dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam proses pengembangan produk digital, User Interface (UI) dan User Experience (UX) menjadi aspek yang sangat penting karena berperan dalam menciptakan interaksi yang efektif antara pengguna dan sistem.
UI merupakan tampilan antarmuka yang berfungsi sebagai media komunikasi antara pengguna dan sistem, sedangkan UX merupakan pengalaman yang dirasakan pengguna ketika berinteraksi dengan suatu produk digital. Kualitas UI dan UX yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, kemudahan penggunaan, serta kepuasan pengguna dalam mengakses sebuah aplikasi maupun website (Wibiyanto et al., 2023).
Figma sebagai Tools UI/UX Design
Dalam proses perancangan antarmuka modern, Figma menjadi salah satu tools yang paling banyak digunakan oleh desainer. Figma merupakan platform desain berbasis cloud yang memungkinkan pengguna membuat wireframe, prototype, hingga design system secara kolaboratif dalam satu workspace. Penggunaan Figma dinilai efektif dalam mendukung proses perancangan UI/UX karena memudahkan kolaborasi tim dan pengembangan desain secara terstruktur (Wibiyanto et al., 2023).
Selain itu, Figma menyediakan berbagai fitur yang membantu proses desain produk digital, mulai dari Auto Layout, Components, Variants, hingga Interactive Prototype. Fitur-fitur tersebut memungkinkan desainer menghasilkan tampilan yang konsisten serta mempermudah proses pengembangan produk dari tahap desain hingga implementasi.
Baca Juga : Figma: Solusi Desain UI/UX Modern untuk Pengembangan Produk Digital
Penerapan Design Thinking dalam UI/UX
Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam pengembangan UI/UX adalah Design Thinking. Metode ini berfokus pada kebutuhan pengguna sehingga solusi yang dihasilkan lebih relevan dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Dalam penelitian mengenai perancangan ulang aplikasi mobile CeLOE Telkom University, Design Thinking diterapkan melalui lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test (Wibiyanto et al., 2023).
Tahap empathize dilakukan untuk memahami kebutuhan dan masalah yang dialami pengguna. Selanjutnya, tahap define digunakan untuk mengidentifikasi akar permasalahan, kemudian dilanjutkan dengan ideate untuk menghasilkan berbagai alternatif solusi. Setelah itu, solusi divisualisasikan melalui prototype sebelum dilakukan pengujian pada tahap test guna memastikan desain yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna (Wibiyanto et al., 2023).
Pengaruh UI/UX terhadap Pengalaman Pengguna
Desain antarmuka yang baik tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga harus mampu memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengguna. Pengalaman pengguna yang positif dapat meningkatkan efektivitas penggunaan aplikasi, mengurangi kebingungan saat navigasi, serta membantu pengguna menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan efisien (Wibiyanto et al., 2023).
Hasil penelitian pada aplikasi mobile CeLOE Telkom University menunjukkan bahwa perancangan ulang UI/UX menggunakan Figma dan metode Design Thinking berhasil meningkatkan kualitas pengalaman pengguna. Pengujian menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) menunjukkan bahwa seluruh aspek penilaian memperoleh nilai impresi positif dan masuk ke dalam kategori Excellent (Wibiyanto et al., 2023).
Aspek Stimulasi memperoleh nilai tertinggi sebesar 2,091, diikuti Daya Tarik sebesar 2,025, Efisiensi sebesar 2,015, Kejelasan sebesar 2,008, Ketepatan sebesar 1,917, dan Kebaruan sebesar 1,864. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengguna merasa desain yang dirancang lebih menarik, mudah dipahami, efisien digunakan, serta mampu memberikan pengalaman yang lebih baik dibandingkan desain sebelumnya (Wibiyanto et al., 2023).
Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Figma?
Transformasi digital yang semakin pesat menyebabkan kebutuhan terhadap profesi UI/UX Designer terus meningkat. Banyak perusahaan kini mencari talenta yang tidak hanya mampu membuat tampilan menarik, tetapi juga memahami perilaku pengguna dan mampu merancang pengalaman digital yang efektif.
Dengan mempelajari Figma, mahasiswa dapat memahami proses desain secara menyeluruh, mulai dari pembuatan wireframe, mockup, prototype, hingga design system. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan industri digital yang semakin kompetitif serta mendukung kolaborasi dengan tim developer dalam proses pengembangan produk.
FAQ
1. Apa perbedaan antara UI dan UX?
UI (User Interface) adalah tampilan visual yang digunakan pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi atau website, seperti tombol, ikon, warna, dan layout. Sementara itu, UX (User Experience) berfokus pada pengalaman pengguna secara keseluruhan saat menggunakan produk digital, termasuk kemudahan penggunaan, kenyamanan, dan kepuasan yang dirasakan pengguna (Wibiyanto et al., 2023).
2. Mengapa Figma banyak digunakan oleh UI/UX Designer?
Figma banyak digunakan karena merupakan platform desain berbasis cloud yang memungkinkan kolaborasi secara real-time antara desainer, developer, dan stakeholder. Selain itu, Figma menyediakan berbagai fitur seperti wireframing, prototyping, design system, Auto Layout, dan Components yang membantu proses desain menjadi lebih efisien dan terstruktur.
3. Apakah belajar Figma penting bagi mahasiswa?
Ya. Kemampuan menggunakan Figma dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa karena banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memahami desain antarmuka dan pengalaman pengguna. Dengan menguasai Figma, mahasiswa dapat mempelajari proses desain produk digital mulai dari perancangan, pembuatan prototipe, hingga pengujian pengalaman pengguna sebelum produk dikembangkan lebih lanjut (Wibiyanto et al., 2023).
Kesimpulan
UI dan UX merupakan komponen penting dalam pengembangan produk digital karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan kepuasan pengguna. Penggunaan Figma sebagai tools desain modern mampu mendukung proses perancangan antarmuka secara lebih efektif, kolaboratif, dan efisien.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada aplikasi mobile CeLOE Telkom University, penerapan metode Design Thinking dan penggunaan Figma dalam proses redesign UI/UX berhasil meningkatkan kualitas pengalaman pengguna dengan hasil evaluasi yang masuk dalam kategori Excellent. Oleh karena itu, penguasaan UI/UX dan Figma menjadi keterampilan yang sangat relevan bagi mahasiswa maupun profesional yang ingin berkontribusi dalam pengembangan produk digital modern (Wibiyanto et al., 2023).
Referensi
Figma. (2025). What is Figma? Retrieved from https://www.figma.com
Figma. (2025). Figma Design: Design and prototype in one place. Retrieved from https://www.figma.com/design/
Wibiyanto, A. N., Kurniawan, A. P., & Zani, T. (2023). Perancangan ulang UI/UX aplikasi mobile e-Learning CeLOE Telkom University. Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS), 1(1), 40–46. https://doi.org/10.25124/jaess.v1i1.6737
Penulis : Ziyadatunni’mah









